Sumbar

Kota Padang

Fajar Terkini

Direktur PT ATC Terancam Pasal Berlapis, Kenapa?


Padang, fajarsumbar.com - Setelah gelar perkara, Direktur PT Ansar Terang Crushindo (ATC), M. Saleh, tersangka dugaan pertambangan mineral dan batubara (Minerba) di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi, terancam pasal berlapis.

Selain dijerat Pasal 158 No.4/2009 tentang Minerba, tersangka juga dijeratkan undang-undang tindak pidana pencucian uang.

Direktur Reskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Margiyanta, kemarin mengatakan penyidik masih melengkapi berkas perkara tersangka.

Kasus ini diungkap polisi, pada Rabu 20 Desember 2017 di Jorong Lubuk Jantan, Kenagarian Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Di lokasi itu, personel Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar menemukan adanya dugaan tindak pidana pertambangan berupa pengolahan dan pemurnian batuan dengan menggunakan mesin stone crusher di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi yang dimiliki tanpa izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dilakukan oleh PT Ansar Terang Crushindo (ATC).

Setelah dilakukan gelar perkara untuk ditingkatkan ke proses penyidikan dan gelar perkara penetapan tersangka pada Kamis, 31 Mei 2018 personel Subdit IV melakukan penyitaan terhadap barang bukti dan melakukan pemasangan garis polisi terhadap barang bukti tersebut.

Barang bukti yang berupa mesin produksi dibuka garis polisinya karena produksi juga dari IUP yang sudah ada izin. Sedangkan hasil produksi yang tidak ada izin atau pelanggaran masih dipasang garis polisi.

Tersangka belum ditahan, karena cukup kooperatif dan berjanji tidak melarikan diri serta juga tidak akan menghilangkan barang bukti, kemudian juga ada jaminan dari pihak keuarga. Namun, dalam waktu dekat tersangka segera akan ditahan.
Kini, berkas perkaranya masih P-19. Ada sebagian berkas perkara yang harus dilengkapi dan dalam waktu 14 penyidik wajib dilengkapi.

Setelah itu kita penuhi pentunjuk jasa, jika sudah dinyatakan lengkap atau P21 tersangka dan barang bukti diserahkan ke jaksa, kata Margiyanta. (guspa)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *