Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Dolar AS Tembus Rp14.684


Jakarta, fajarsumbar.com - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menguat. Keperkasaan dolar AS bahkan menembus level tertingginya dalam kurang dari tiga tahun terakhir sejak Oktober 2015.

Dikutip detikFinance dari perdagangan Reuters, Rabu (29/8), dolar AS sore kemarin diperdagangkan pada level Rp14.684. Adapun nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tertinggi dalam tiga tahun terakhir tercatat berada pada angka Rp 14.693 yang terjadi pada Oktober 2015.

Dolar AS telah mencapai posisi tertingginya tahun ini pada minggu lalu di angka Rp14.660. Sementara kemarin dolar AS bergerak di level Rp14.617 hingga Rp14.684.

Gubernur BI Perry Warjiyo pada Jumat pekan lalu menjelaskan pergerakan nilai tukar masih terkendali. Secara year to date (ytd) pelemahan yang terjadi pada rupiah tercatat 7%.

“Jika dibandingkan dengan negara lain secara year to date itu 7% masih rendah. Misalnya Filipina peso dan India rupee yang melemah 9%. Afrika Selatan 13,7%, Brasil 18,2%, Argentina dan Turki 40%,” kata Perry.

Perry menjelaskan, sebagai bank sentral, BI terus berupaya untuk melakukan stabilisasi nilai tukar dengan meningkatkan suku bunga. Ini dilakukan agar aliran modal asing bisa masuk dan memenuhi pasar keuangan di Indonesia.

Dia menyebut, aliran modal asing melalui surat berharga negara (SBN) untuk long term investor sudah mulai masuk. Kemudian eksportir juga sudah menjual dolar dan konversi ke rupiah.

“Kami juga memastikan untuk melakukan intervensi demi menjaga stabilitas. Selain itu kami juga mempermudah swap rate agar kebutuhan valas dalam negeri bisa terpenuhi,” jelas dia.

Sementara ekonom menilai rupiah diprediksi akan berada di level yang lebih mengkhawatirkan jika BI tidak melanjutkan kenaikan bunga acuan sebagai langkah antisipasi penyesuaian. Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony A Prasetiantono mengatakan harus ada sentimen positif agar bisa menyelamatkan nilai rupiah dari pelemahan.

“Misalnya kinerja ekspor yang positif (surplus), cadev naik, capital inflow membaik,” kata Tony. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *