Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Kapolda Sumbar Buka Diktuk Bintara Polri


Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Fakhrizal memasangkan tanda siswa pada perwakilan calon Diktuk Bintara Polri di SPN Padang Besi, Selasa (7/8). (guspa caniago)

Padang, fajarsumbar.com - Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Fakhrizal mengingatkan calon Bintara Polri agar mengikuti pendidikan dengan penuh motivasi, semangat dan tekad yang kuat. Begitu juga setelah dilantik agar menjadi Brigadir Polri yang profesional, modern dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda ketika membuka  upacara pendidikan pembentukan (Diktuk) Brigadir Polri  2018/2019 di SPN Padang Besi, Selasa (7/8).

Upacara Diktuk itu dihadiri Wakapolda, Brigjen Pol  Damisnur. AM, pejabat utama, para Kapolres dan Bhayangkari Daerah Sumbar. Selain itu juga hadir Asisten Personel Lantamal, Kadispers Lanud Sutan Sjahrir, Staf Ahli Gubernur Sumbar, Kepala Diklat Prov Sumbar, Kepala Departemen Komunikasi PTSP, dan tamu lainnya.

Dalam upacara itu, Kapolda membacakan amanat Kapolri, Jenderal Pol. M. Tito Karnavian. Secara keseluruhan 8.400 peserta Diktuk terdiri dari 8.000 pria dan 400 wanita. Khusus di Sumbar berjumlah 188 calon bintara.

Semua peserta telah melewati rangkaian seleksi yang diselenggarakan secara profesional, transparan, jujur dan kompetitif.

"Keberhasilan dalam melewati tahapan seleksi merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa disyukuri. Pencapaian yang telah saudara raih sampai dengan hari ini, bukanlah sesuatu yang mudah. Saudara terpilih di antara puluhan ribu peserta seleksi untuk mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri”, ujar Kapolda.

Diminta semua peserta mengikuti pendidikan dengan penuh motivasi, semangat dan tekad yang kuat.Sehingga setelah pendidikan dapat dilantik menjadi Brigadir Polri yang profesional, modern dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Dikatakan di era demokratisasi kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Implikasi dari gelombang demokratisasi telah mengubah wajah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dimana hal ini ditandai dengan menguatnya peran masyarakat dalam tata pemerintahan negara, penghormatan terhadap supremasi hukum dan hak asasi manusia, serta semakin menguatnya peran media.

Demikian pula dengan perkembangan teknologi informasi yang telah mengubah dengan cepat seluruh bidang kehidupan masyarakat.

Hal tersebut melahirkan berbagai potensi gangguan keamanan yang harus mampu diantisipasi dengan cepat, seperti berbagai bentuk kejahatan lintas negara dan berbagai bentuk kejahatan siber, seperti peredaran berita bohong dan ujaran kebencian bernuansa SARA melalui media sosial.

Tantangan tersebut harus mampu diatasi oleh Polri agar stabilitas keamanan dalam negeri dapat terus terpelihara dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas melalui Pendidikan Pembentukan Bintara Polri.

Disebutkan, Bintara Polri menjadi salah satu etalase institusi Polri. Selain karena jumlahnya mencapai 353.793 orang, atau 79% dari seluruh personel Polri sejumlah 448.083 orang, Bintara Polri juga senantiasa bertugas di lapis terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Oleh karena itu, kinerja, sikap dan perilaku Bintara Polri menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga citra positif Polri serta dalam membentuk kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Diktuk tersebut berlangsung selama tujuh bulan dan dibekali pengetahuan dasar jepolisian serta berbagai jenis keterampilan kepolisian yang unggul. Selain itu ada juga pelatihan jasmani agar memiliki kualitas fisik yang prima serta mental yang baik.(guspa)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *