Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Martinneke Antarkan Anak Didik Jadi Duta Tata Boga Indonesia 2018

Martinneke memperagakan piala dan piagam yang diraih anak didiknya dan sekaligus mengantarkannya menjadi duta tata boga Indonesia 2018, Senin (20/8).

Padang, fajarsumbar.com - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Martinneke antarkan anak didik menjadi duta tata boga Indonesia 2018, setelah meraih juara nasional pada lomba kompetensi peserta didik LKP se-Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta, 30-31 Juli lalu.

Pada lomba tersebut anak didik LKP Martinneke atas nama Yusriza meraih juara I nasional dengan menyingkirkan 22 peserta utusan se-nusantara.

Atas prestasi itu Yusriza, selain jadi duta tata boga Indonesia 2018, ia juga memperoleh piala dan piagam serta tabanas yang diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy di Grand Dafam Lohan Hotel, Jogjakarta, Minggu (12/8).

"Alhamdulillah saya tidak menyangka meraih juara nasional dan dinobatkan menjadi duta tata boga Indonesia 2018. Ini prestasi yang luar biasa bagi saya. Prestasi ini tidak lepas dari binaan buk Martinneke yang memimpin lembaga kursus LPK Martinneke," ujar Yusriza kepada Singgalang, Senin (20/8).

Menurutnya, saat mengambil hadiah tersebut, ia juga diberikan selempang warna hitam yang bertuliskan duta tata boga Indonesia 2018. Saat pembawa acara mengumumkan, inilah duta tata boga Indonesia 2018 yang berasal dari Sumbar, alangkah senang hati perempuan tersebut dan disambut tepuk tangan para hadirin.

"Alangkah bangganya saya ketika itu disebut duta tata boga Indonesia 2018. Semua ini tidak lepas dari bimbinan Buk Ike yang telah mendidik saya dari nol, hingga jadi juara nasional," tambahnya.

Yusriza tampil sebagai juara nasional pada perlombaan kompetensi peserta didik LPK se-Indonesia. Lomba kompetensi peserta didik LKP 2018 dengan tema soto nusantara dan sop dalam sajian internasional yang dilaksakan di Hotel Bumi Wiyata, Depok, 30-31 Juli tersebut, anak didik Martinneke meraih nilai tertinggi.

Sementara peringkat II dan III diraih utusan dari Palembang atas nama Widian Yakobus dan dari Daerah Istimewa Aceh atas nama Rafdian Putri.

"Alhamdullillah, anak didik saya kembali meraih juara nasional. Saya tidak menyangka sama sekali. Tapi berkat kegigihan Yusriza belajar, alhamdillah ilmu yang saya ajarkan dapat diaplikasikannya dalam lomba ini dengan sempurna," ujar Martinneke pimpinan LPK.

Disebutkan pada lomba itu, anak asuhnya membawakan masakan soto padang begitu juga menceritakan sejarah masakan tersebut. Akhirnya tim juri yang terdiri dari Herman Sulaeman (LSK Tata Boga), Paryoto (akademisi), Chef Hendro Soejadi dari dunia usaha dan industri sangat terkesan dengan masakan soto padang tersebut.

"Mereka sangat terkesan dengan masakan soto padang itu. Selain rasa, airnya bening, meski dagingnya direndam, tapi tetap gurih dan tidak lunak. Ini yang menjadi terkesan para tim juri," ujarnya mengisahkan.

Menurutnya, tampilnya LKP Martinneke menjadi juara nasional tersebut, dapat mengharumkan nama Sumbar dan Padang khususnya di tingkat nasional.

"Saya tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT, karena saya tidak menyangka anak didik saya ini juara. Tapi berkat kegigihan dan bantuan semua pihak, akhirnya ia meraih juara nasional," ujarnya.

Di LKP Martinneke, tambahnya telah melahirkan ribuan pemasak handal. Martinneke memberikan ilmunya secara gratis kepada warga, khususnya ibu rumah tangga yang ingin mengguliti kuliner nusantara.

"Saya menggratiskan biaya bagi yang ingin belajar dengan jadwal Rabu dan Jumat. Bagi yang berminat silahkan datang lembaga kursus saya di Jalan Koto Marapak No. 17 Padang, Kecamatan Padang Barat. Semua bahan ajar saya yang menanggung. Cukup Allah saja yang membalasnya. Selagi saya masih hidup akan saya infaqkan semua ilmu yang saya miliki ini," ujar ibu yang berumur 82 tahun tersebut. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *