Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Pedagang Bendera Merah Putih Menjamur di Padang

Seorang pedagang menggantungkan bendera merah putih dengan tali. Jelang perayaan HUT RI ke-73 penjual bendera menjamur. (givo alputra)

Padang, fajarsumbar.com - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73, penjual bendera merah putih musiman menjamur di Kota Padang.

Mereka tidak saja warga Kota Padang, tapi ada juga yang datang dari berbagai daerah mengais rezeki dengan menjual bendera merah putih tersebut, sekaligus untuk menyemarakkan perayaan HUT RI pada bulan Agustus 2018 mendatang.

Terlihat di beberapa ruas di pinggir jalan protokol dan trotoar dimanfaatkan pedagang menggelar lapak untuk menjual bendera merah putih. Beragam jenis umbul-umbul dan ukuran bendera yang dipajang di lapak tersebut.

Salah seorang penjual bendera merah putih, Budi mengatakan, sejak sepekan terakhir ini dirinya bersama beberapa rekannya sudah berjualan bendera dengan berbagai ukuran.

“Saya dan teman-teman selalu menjual bendera merah putih menjelang HUT RI di Kota Padang, karena penghasilannya sangat menjanjikan,” katanya, Kamis (9/8)

Ia menambahkan, dirinya melakukan aktivitas itu sudah dilakukan sejak beberapa tahun ini. Dia menawarkan harganya berfariasi tergantung besar ukuran dan juga bahannya.

“Harga bendera bervariatif dan di jual tergantung ukuran, harganya mulai dari Rp25 ribu per lembar sampai dengan Rp60 ribu per lembar. Ukuran terkecil yang di pajang di kendaraan roda dua maupun roda empat dengan harga mulai Rp10 ribu per lembar. Sedangkan umbul-umbul dijual berfariasi juga tergantung besar kecilnya," tambah dia.

Menurutnya, saat ini minat pembeli masih terlihat sepi, biasanya pembeli akan meningkat sepekan menjelang hari H atau HUT RI. “Biasanya pembeli berasal dari perusahaan swasta, instansi pemerintahan, pihak sekolah dan juga masyarakat umum,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan
, sejumlah titik di jalan utama para pedagang bendera merah putih tersebut memajang dagangannya. Pedagang juga membentangkan tali untuk menggantungkan bendera untuk dipajang sekaligus memancing minat pembeli.

Tak hanya bendera, mereka juga menjual berbagai pernak-pernik bernuansa merah-putih yang beberapa di antaranya bertuliskan 'Dirgahayu Republik Indonesia'. Para pedagang ini memanfaatkan trotoar hingga bahu jalan sebagai lapak dagangnya. Kebanyakan dari mereka hanyalah pedagang musiman.

Ketika ditanya kepada salah seorang berapa omsetnya dalam tiap hari hasil penjualan bendera tersebut. Ia tidak mau menyebutkan dengan rinci beberapa hasil penjualannya.
"Alhamdulillah da, dalam sehari bisa juga mencapai puluhan ribu rupiah dan bahkan lebih seratus ribu. Biasanya pembeli akan ramai satu minggu perayaan Hari Kemerdekaan RI atau pada 17 Agustus," tambahnya.(andri)











Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *