Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Pentingnya Inovasi Pertanian Meningkatkan Kesejahteraan Petani


Solok, fajarsumbar.com
- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno (IP) mengungkap pentingnya inovasi di bidang pertanian. Hal itu guna meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian petani khususnya di Sumbar.

“Butuh banyak inovasi di bidang pertanian ini. Mengingat di Sumbar masih banyak lahan yang belum terkelola dengan produktif,”kata IP saat Penyerahan Benih Tanaman Buah, Pangan, Perkebunan, dan Pencanangan Nagari Inovasi di Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropikal, Solok, Selasa (28/8/2018).

Gubernur menginformasikan, dari keseluruhan wilayah di Sumbar, sekitar 50 persennya adalah hutan lindung. Sedangkan 40 persennya adalah tebing dengan kemiringan yang cukup tinggi mencapai 40 derajat. Sisanya baru bisa dikelola, tetapi juga belum maksimal. Untuk itu, dibutuhkan inovasi yang tepat guna, sehingga bisa mengelola daerah tersebut menjadi lahan yang produktif.

“Kita sedang bicarakan dengan Kementrian Kehutanan, bagaimana hutan lindung bisa menjadi hutan kemasyarakatan. Contohnya masyarakat bisa menanam tanaman hutan seperti jengkol dan durian, tetapi tidak merusak hutan lindung yang ada,”katanya.

Menurut IP, tanpa adanya inovasi, maka akan semakin ketinggalan dengan daerah atau negara yang terus berfikir membuat inovasi terbaru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar pun, kata IP, sangat serius terhadap inovasi. Oleh karena itu,  dibentuk satu eselon II yang menanggani penelitian dan pengembangan (Litbang). Karena mengingat pentingnya sebuah inovasi untuk kemajuan daerah.

“Perlunya inovasi teknologi pertanian dalam pengelolaan potensi daerah yang ada. Harus dilakukan secara
bersama antara pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi dan masyarakat sehingga hasilnya lebih optimal. Sehingga ke depan kehidupan para petani kita bisa sejahtera, ekonomi mereka pun meningkat, karena menggunakan inovasi yang ada,”tutur Irwan.

Pada kesempatan itu, Balitbu memberikan puluhan ribu benih ke beberapa daerah di Sumbar seperti benih Pepaya ke Petani Kota Payakumbuh. Benih Salak ke petani 50 Kota, Jengkol ke Nagari Aripan Solok. Kemudian Kopi, Jeruk, Kentang diberikan ke Kabupaten Agam.

“Kepada petani penerima bantuan  untuk bersungguh-sungguh membudidayakan benih komoditas yang diterima. Harus dijaga sampai berbuah, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,”kata IP.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementrian Pertanian Hardiyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan padu padan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan pemerintahan daerah dalam membangun pertanian di Sumbar.

Hardiyanto menyampaikan bahwa sejak tahun 2017-2018 Balitbu Tropika, telah memproduksi sebanyak 533.000 benih buah-buahan seperti Durian, Mangga, Manggis, Alpukat, Pisang, Salak, Pepaya, Sukun, Jengkol dan Petai.

BPTP Sumbar juga memproduksi benih hortikultura
seperti kentang sebanyak 25 ton, buah-buahan seperti durian, manggis dan jeruk sebanyak 46.500 batang dan benih tanaman perkebunam seperti
karet, kopi dan kakao sebanyak 26.500 batang.

Sebagian benih tersebut telah didistribusikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk
mendukung program bekerja Kementerian Pertanian.

“Untuk Sumbar, Balitbu Tropika  telah mendistribusikan sebanyak lebih kurang 120.000 benih dari 9 komoditas dan sebanyak 13.150 didistribusikan pada
acara hari ini (28/8),”katanya.

Pihaknya berharap agar, kegiatan  pemberian benih tanaman gratis ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi ke depan harus berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk tanaman, buah-buahan, perkebunan dan tanaman tahunan lainnya, dalam jangka panjang diharapkan akan terbentuk sentra atau kawasan produksi.

“Butuh kerjasama berbagai pihak, diperlukan untuk mengawal pencapaian tujuan tersebut,”katanya.

Sebagai unit kerja Balitbangtan yang berada di daerah, kata Hardiyanto, Balitbu Tropika dan BPTP Sumbar telah ikut serta dalam pembangunan pertanian di Sumbar, baik dalam hal pendampingan teknologi langsung di lapangan. Pembinaan melalui bimtek maupun mengangkat potensi komoditas
unggul lokal menjadi unggul nasional.

Tambahnya Berdasarkan keberhasilan Balitbangtan membangun pertanian di Sumbar, maka pada kesempatan itu juga dicanangkan kegiatan untuk membangun Nagari Inovasi secara komprehensif. Tidak hanya menggerakkan
pertanian tapi juga memasukan unsur kelembagaan dan wisata yang dikelola secara bersama.

Nagari yang dipilih sebagai contoh untuk tahun ini adalah Nagari Matur Mudik Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Untuk pembangun Nagari Inovasi ini, Balitbu Tropika akan mendistribusikan sebanyak 500 hingga 1.000
benih tanaman Alpukat. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *