Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Perampok Bank Rp3,5 Miliar Ditangkap Polres Bukittinggi

DIPAPAH - Perampok uang BSM Cabang Pembantu Aur Kuning, Bukittinggi, Rp3,5 miliar dipapah polisi. Pelaku ditembak polisi karena melawan saat ditangkap, Rabu (29/8). (asrial gindo)

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Masih ingat dengan kasus perampokan uang Rp3,5 miliar pada mobil kas Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Pembantu Aur Kuning, Bukittinggi di perbatasan Agam-Payakumbuh beberapa waktu lalu? Pelakunya berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Bukittinggi, Rabu (29/8).

Lima dari enam pelaku itu ditangkap pada dua lokasi berbeda. Kini, para pelaku diamankan di Mapolres Bukittinggi untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jemhana melalui Kabag Ops Kompol Ari dan Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Luthfi Olot yang ditemui Singgalang seusai apel pagi di Mapolres Bukittinggi kemarin membenarkan penangkapan para pelaku tersebut. “Para pelaku itu kita amankan di Pekanbaru dan Tapanuli Selatan,” ujar Luthfi Olot.

Dijelaskan, untuk menangkap para pelaku pihaknya bekerja sama dengan Jatantras Polda Riau dan Polres Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Namun Luthfi belum bersedia memberikan keterangan lebih rinci terkait kronologis penangkapan, karena pihaknya baru pulang dari TKP dan akan mengorek keterangan secara lengkap terkait peran masing masing pelaku.

“Setelah semuanya kita mintai keterangan nanti, Kapolres yang akan merelisnya termasuk kronologis dan peran masing-masing tersangka. Karena itu kita mohon maaf saat ini belum dapat memberikan keterangan secara rinci karena masih dalam proses menghimpun data, dan hasilnya akan direlis langsung oleh Kapolres,” ujarnya.

Pihaknya merasa lega karena sudah dapat mengungkap pelaku perampokan itu. Sebab salah satu targetnya menjadi Reskrim di Polres Bukittinggi itu adalah mengungkap kasus besar yang menjadi perhatian publik, seperti kasus perampokan mobil BSM yang membawa uang sebasar Rp3,5 miliar tersebut.

“Kasus ini menjadi atensi pihak kepolisian. Karena itu kita berupaya semaksimal mungkin mengungkapnya,” tegas Luthfi.

Lebih bersyukur lagi, Luthfi berhasil menangkap para pelaku sebelum ia melanjutkan pendidikan S2 di Jakarta. Justru itu, ia  juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Kapolres berserta jajaran termasuk media yang memotivasinya untuk cepat mengungkap kasus tersebut.

Pantauan di Makopolres Bukittinggi, kelima pelaku itu dibawa langsung oleh Kasat Reskrim Bukittinggi bersama tim Buser dari Pekanbaru dan tiba sekitar pukul 08.00 WIB. Para pelaku ada yang mengalami luka pada kaki dan diduga karena dilumpuhkan oleh petugas dengan timah panas.
Salah satu yang diamankan itu diduga security pada Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Aur Kuning yang dirampok tersebut. Namun sejauh mana keterlibatan oknum security itu dalam kasus dimaksud belum dapat dipastikan. Karena secara rinci akan direlis oleh Kapolres Bukittinggi pada Jumat (31/8) besok.

“Kita belum dapat menjelaskan lebih rinci karena nanti akan direlis oleh Kapolres,” ulang Luthfi.
Tapi berdasarkan keterangan Kepala Jorong Tiga Kampung, Negon bahwa salah satu pelaku berinisial J  yang ditangkap petugas itu merupakan warganya yang bekerja di BSM Aur Kuning. “J itu selama ini tinggal mengontrak rumah di Sawah Dangka Jorong Tiga Kampung, Nagari Gaduik Agam, dan diketahui J sebagai security di BSM Aur Kuning tersebut,” ujar Negon.

Sementara pimpinan  Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Aur Kuning yang hendak dikonfirmasikan di kantornya, tidak ada di tempat. “Bos kita lagi keluar,” ujar Febri salah satu security BSM Aur Kuning itu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mobil BSM Kantor Cabang Pembantu Aur Kuning, Bukittinggi yang membawa uang sebanyak Rp3,5 miliar dirampok orang tak dikenal di Padang Tarok Baso, perbatasan Agam -Payakumbuh pada 4 Juni 2018 lalu. Para perampok menyekap tiga orang yang ada di dalam mobil, kemudian membawa kabur uang yang diangkut.

Kasus itu menjadi atensi dari pihak kepolisian. Bahkan Dir Reskrim Polda Sumbar turun langsung membatu Polres Bukittinggi untuk mengungkap kasusnya.

Tak hanya itu Kasat Reskrim juga diganti dari AKP Rahmad Natun ke AKP Luthfi Olot, dan mendapatkan tugas khusus untuk menangani kasus itu.

Polisi awalnya kesulitan mengungkap kasus tersebut, karena tidak ada saksi selain ketiga orang di dalam mobil BSM itu yang menjadi korban. Namun hal itu tidak membuat pihak kepolisian putus asa. Jajaran Reskrim yang dipimpin AKP Luthfi terus berupaya melakukan penyelidikan, hasilnya setelah beberapa waktu melakukan penyidikan dan akhirnya para pelaku berhasil ditangkap.

Keberhasilan jajaran Reskrim Polres Bukittinggi menangkap pelaku perampokan mobil kas BSM Cabang Pembatu Aur Kuning itu mendapatkan apresiasi dari warga Bukittinggi. Salah satunya dikemukakan Wen Mantolis.

Menurut Wen yang juga politisi PDIP itu mengungkapkan, masyarakat sangat berharap para pelaku kejahatan di Kota Bukittinggi itu dapat diungkap. Apalagi kasus yang menjadi perhatian publik seperti kasus perampokan mobil bank itu. Sebab jika kasus itu tidak terungkap jelas akan memberikan rasa tidak nyaman kepada warga maupun pengun jung Bukittinggi.

Karena itu saat ia mendapatkan informasi pelakunya sudah ditangkap, maka pihaknya merasa lega sekaligus memberikan apresiasi terhadap kerja pihak kepolisian terutama di jajaram Reskrim.
(gindo)

sumber: harian singgalang

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *