Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Seminar Forum Ekonom Harus Genjot Pendapatan Daerah, Seperti Apa?

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai membuka seminar "APBN untuk Peningkatan Layanan Dasar dan Pengurangan Kesenjangan," di Hotel Mercure, Padang, Rabu (29/8). (melati)

Padang, fajarsumbar.com - Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Sumbar agar memetik manfaat dari Seminar Forum Ekonom yang membahas perekonomian daerah dari berbagai aspek.

"Seminar ini mengupas kondisi perekonomian Indonesia, termasuk Sumbar. Sisi negatif dan positif dibahas dari berbagai sisi. Hasilnya bisa dijadikan salah satu dasar bagi penetapan kebijakan daerah," ucap Nasrul, saat membuka Seminar Forum Ekonom Kementerian Keuangan di Hotel Mercure Padang, Rabu (29/8).

Nasrul Abit menyebut pembangunan daerah terutama Sumbar tidak bisa lepas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).  Hal itu disebabkan pendapatan daerah masih relatif kecil untuk bisa membiayai pembangunan daerah secara mandiri.

"Postur APBD 2018, pendapatan daerah hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total APBD yang mencapai Rp6,4 triliun. Ke depan seluruh potensi pendapatan daerah harus bisa dimaksimalkan agar bisa lebih berkontribusi untuk pembangunan daerah," tutur Wagub.

Tambah, Wagub, pendapatan terbesar untuk Sumbar adalah dari pajak kendaraan bermotor yang mencapai 70 persen dari total pendapatan daerah.

Untuk itu, pihaknya mendorong unit kerja penerimaan pajak agar mencari peluang peningkatan penerimaan. Salah satunya mengejar wajib pajak kendaraan mewah dan kendaraan di perkebunan yang ditengarai tidak membayar pajak.

Seminar Forum Ekonom Kemenkeu dengan tema "APBN untuk Peningkatan Layanan Dasar dan Pengurangan Kesenjangan" itu menghadirkan sejumlah pemateri diantaranya Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Negara II Direktorat Penyusunan APBN Dirjen Anggaran Kemenkeu, Adinugroho Dwi Utomo. Ia menyampaikan materi tentang Perkembangan APBN 2018.

Kemudian Kepala Subdirektorat Analisis Risiko Pembiayaan Dirjen Pembiayaan dan pengelolaan Risiko Kemenkeu, M Naufal Aminuddin yang membahas Utang Negara Sebagai Sumber Pembiayaan Pembangunan.

Lalu Kepala Kanwil Dirjen Pembendaharaan Sumbar Ade Rohman tentang Kinerja Fiskal di Sumbar.

Terakhir dosen senior Universitas Andalas Hefrizal Handra yang membahas kondisi ekonomi makro dan keuangan daerah Sumbar.

"Pelaksanaan seminar ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menginformasikan kebijakan ekonomi dan fiskal dengan lebih tepat, akurat, dan terkini. Selain itu juga bisa mendapatkan masukan untuk peningkatan kualitas belanja negara, mewujudkan peningkatan layanan dasar dan pengurangan kesenjangan,"tuturnya. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *