Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Sesepuh Minang Awaloedin Djamin Kecewa, Pendirian Monumen Tokoh Pahlawan Belum Disikapi Kepala Daerah

Awaloedin Djamin

Padang, fajarsumbar.com – Sesepuh dan tokoh Minangkabau yang berdomisili di Jakarta, Prof. Awaloedin Djamin, MPA, mengaku kecewa dengan sikap bupati dan walikota se-Sumbar. Sebab usulannya dan sudah di-SK-kan Gubernur Irwan Prayitno untuk mendirikan monumen tokoh nasional berasal dari Minangkabau di daerah masing-masing belum terealisasikan.

“Saya kecewa niat baik yang saya sampaikan ke gubernur dan kepala daerah kabupaten/kota se-Sumbar,  agar membangun monumen tokoh nasional yang berasal dari Minangkabau yang lahir di masing-masing daerah. Tapi usulan itu sampai saat ini belum ada yang terealisasikan, padahal sudah dua tahun lalu saya usulkan,” ujar Awaloedin kepada Singgalang, Minggu (26/8).

Gagasan yang disampaikan Awaloedin Djamin, selaku sesepuh orang Minang di Jakarta sekaligus  mantan Kapolri berpangkat Jenderal tersebut, belum ditanggapi serius oleh kepala daerah 19 kabupaten/kota di Sumbar. Padahal saat pertemuan dengan gubernur dan telah dibentuk panitianya yang sudah di-SK-kan gubernur.

Menurutnya, mendirikan monumen tersebut diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp75 juta dan dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Menurut rencana bila monumen itu selesai dibangun akan diresmikan secara serentak saat memperingati Hari Pahlawan 10 November 2018.

“Tapi setelah dua tahun berlalu, usulan saya itu belum ada realisasinya,” tambah Ketua Pembina Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah, Padang tersebut dengan nada kecewa.

Menurut dia, Sumbar harus bangga, sebab tiga dari empat pendiri republik ini berasal dari Sumatera Barat. Selain Soekarno ada tiga tokoh berasal dari ranah Minang, seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahril dan Tan Malaka. Mereka itu adalah tokoh nasional yang telah berjasa ke kepada negara. Dan masih banyak lagi tokoh nasional dari Minangkabau yang punya peran penting dalam memerdakan Republik Indonesia ini.

Didirikannya monumen tersebut, sebagai wujud kepedulian daerah sekaligus mengenang jasa-jasa mereka yang telah berjasa baik di daerah maupun kepada negara. Keberhasilan masa lalu itu dijadikan menapak masa depan yang lebih baik khususnya untuk para pemuda.

Diakui, Awaloedin usulannya untuk mendirikan monumen pahlawan tersebut sudah ada ditanggapi gubernur dengan mendirikan monumen Tamansari 15 pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Barat.

Monumen itu  didirikan di depan Museum Adityawarman di lokasi Taman Melati Padang dan sudah diresmikan wakil gubernur pada peringatan Hari Pahlawan  10 November 2017 lalu. Pendirian monumen itu atas kerjasama YSO Adabiah dengan Pemprov Sumbar.

Diharapkan, adanya pendirian monumen itu dapat ditindaklanjuti dari 19 kabupaten/kota,  karena panitianya sudah dibentuk dan di SK-kan gubernur. Panitia pun telah mengadakan pertemuan dengan kepala daerah untuk menindaknya.

Yang sudah dikunjungi panitia provinsi ke kabupaten/kota di antaranya Kabupaten  Agam, Kabupaten 50 Kota, Kota Padang dan Sawahlunto. Namun pendirian monumen di kabupaten/kota sampai saat ini belum terealisasi.

Tanggapan Panitia Provinsi
Sementara itu ketua panitia provinsi, Dr. H. Ali Asmar, M.Pd, ketika dihubungi menyebutkan, masih ada waktu tiga bulan lagi kepala daerah kabupaten dan kota untuk mendirikan monumen yang diharapkan tokoh Minang Jakarta Awaloedin Djamin tersebut.

“Masih ada waktu tiga bulan (September – November –red) untuk mendirikan monumen ini untuk mengobati kekecewaan Bapak Awaloedin. Jika ada keinginan kabupaten/kota untuk membangun  dalam waktu dekat ini, pihak panitia provinsi setiap saat siap menfasilitasinya,” ujar mantan Sekdaprov tersebut.

Menfasilitasi yang ia maksud, mulai dari sisi perencanaan dan pembangunan yang kemungkinan selesai dalam waktu secepatnya, sehingga pada acara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018 dapat diresmikan serentak.

Menyinggung tentang biayanya, menurut Ali Asmar, anggaran yang dibutuhkan tidak begitu banyak, hanya butuh anggaran paling tinggi Rp75 juta. Hal itu berpedoman ketika Pemprov Sumbar dan YSO Adabiah Padang  membangun monumen Tamansari di Taman Melati, Padang yang hanya menghabiskan anggaran Rp75 juta dengan lama pengerjaan hanya satu bulan.

“Segi biaya ini tidaklah mahal untuk ukuran saat ini, apalagi jika dibandingkan dengan membangun infrastruktur lainnya yang biayanya sampai miliaran rupiah dan kita yakin kabupaten/kota sanggup membiayainya, yang penting ada gak keinginnya untuk mendirikan monumen itu,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan segi manfaat yang akan dirasakan generasi muda atas monumen pahlawan tersebut, dapat memberi motivasi kepada pemuda, karena pemuda  perlu memperoleh contoh sosok pelaku sejarah masa lalu yang berjasa kepada negara.

Menurutnya, daerah tidak bakal sulit menyeleksi tokoh yang bakal dibuatkan monumen tersebut. Syaratnya telah meninggal dunia, perjuangannya minimal tingkat provinsi, seperti pejuang kemerdekaan, tokoh agama (ulama), seniman, bisa juga tokoh di bidang olahraga, politik, pendidikan, pembangunan infrastruktur.

“Yang lebih penting tokoh yang bakal dibuatkan monumen itu tidak cacat moral, misalnya korupsi, LGBT, menganut paham atau partai terlarang,” tambah Ali Asmar. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *