Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Ekspedisi Mentawai Terang" PLN Targetkan 2019 Rasio Elektrifikasi Mentawai Capai 100 Persen

Gubernur Irwan Prayinto, Komut PT PLN, GM PLN Wilayah Sumbar Susiana Mutia menekan tombol tanda pelaksanaan tahun 2018 ini rasio desa berlistrik 100 persen di Mentawai. Satu tahun kemudian rasio elektrifikasi 100 persen.

Mentawai, fajarsumbarcom - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun pembangkit listrik yang tepat untuk kondisi Kabupaten Mentawai. Agar pembangunan itu lebih efektif, sehingga dapat menciptakan tumbuhnya dunia usaha di Mentawai.

"Jangan biarkan kami pemerintah daerah untuk coba lalu gagal, coba lagi kemudian gagal. Padahal sudah menghabiskan anggaran hasilnya gagal. Contohnya ketika ada pembangkit tenaga surya, cara itu tidak tepat, kita sudah alokasikan anggaran banyak tapi tidak ada hasilnya," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat kegiatan Ekspedisi Mentawai Terang, Rabu (5/9) di Tua Pejat Kepulauan Mentawai.

Menurut Gubernur, apapun program pemerintah untuk pensejahteraan masyarakat akan menjadi omong kosong tanpa adanya listrik. Karena dunia usaha dapat tumbuh jika ada energi, terutama listrik. Dengan tumbuhnya dunia usaha, kepercayaan investor untuk berinvestasi di Mentawai akan terus berlanjut. Tentunya kesejahteraan masyarakat Mentawai akan meningkat.

"Saya masing ingat, ketika periode pertama pak Yudas, jalan di Mentawai hanya 9 kilometer. Sekarang sudah nambah 50 kilometer. Ini menunjukan ada perubahan pembangunan. Semoga dengan adanya pemenuhan listrik di Mentawai akan membuat Mentawai terus berkembang," tutur Irwan.

Sementara itu, General Manager PLN Wilayah Sumbar, Susiana Mutia menuturkan, PT PLN Persero menargetkan tahun 2018 ini rasio desa berlistrik 100 persen di Mentawai. Satu tahun kemudian rasio elektrifikasi 100 persen. Untuk mencapai target itu, PLN melakukan ekspedisi Mentawai Terang.

Susiana menginformasikan, saat ini elektrifikasi di Mentawai baru mencapai sekitar 46 persen. Hal ini disebabkan pembangunan jaringan listrik yang masih terbatas.

"Untuk kebutuhan daya, bagi masyarakat Mentawai sudah surplus, tetapi tidak bisa disalurkan karena keterbatasan infrastruktur jaringan,"ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan daya listrik bagi masyarakat setempat hanya berkisar 6 MW saja. Akan tetapi baru sekitar setengahnya yang bisa disalurkan ke masyarakat. Apalagi telah diresmikan tiga unit pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBM) berkapasitas total 700 Kw di daerah itu.

Sementara itu Komisaris Utama PT PLN, Ilya Avianti mengatakan pihaknya paling lambat pada 2021 seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah menikmati jaringan listrik hingga ke pelosok pedusunan.

“Asal infrastruktur jalannya terpenuhi, kami pastikan elektrifikasi 100 persen di seluruh Mentawai sampai pelosok pedusunan terpenuhi,” ucapnya didampingi Dirjen Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng, Direktur Pendanaan Luar Negeri Bappenas Kurniawan Ariadi dan Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto.

Pihaknya terus mendorong pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan akses transportasi untuk juga memudahkan PLN membangun jaringan ke seluruh wilayah Mentawai.

“Bagaimana kami bangun jaringan, kalau infrastruktur jalannya juga belum ada. Jadi beriringan dengan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Tambah Bupati Mentawai Yudas Sabagalet mengaku bersyukur dengan perhatian PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Mentawai. "Ini sebuah terobosan besar yang sangat membantu mentawai untuk bangkit,"kata Yudas.

Pada acara Ekspedisi Mentawai Terang itu juga dilakukan lounching Stasiun Penyedia Listrik Umum di pelabuhan Tua Pejat oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Cahaya yang merupakan hibah dari Yayasan Baitul Mall PLN, peresmian gedung Dekranasda Mentawai serta penyerahan bantuan CSR PLN. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *