Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

FTUA'93 Unand Reuni Perak, Ini yang Dilakukan


Padang, fajarsumbar.com - Reuni perak alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas (FTUA) Angkatan 93 berlangsung semarak.

Acara demi acara dikemas dengan baik sehingga suasana begitu meriah. Ditambah pula dengan pilihan Imelda sebagai pusat kegiatan reuni perak pada Sabtu dan Minggu, 15-16 September 2018.

"Keren banget," begitu ungkapan para alumni yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Mereka menyatakan rasa puas. Letih mereka terbayar melihat deretan karangan bunga, penyambutan yang luar biasa dan suasana tempat acara baik indoor maupun outdoor yang begitu meriah.

"Hmm, senangnya bisa kumpul dengan tenan-teman. Meski harus pergi ke bandara Subuh dan balik lagi sorenya, terbayar dengan rangkaian acara yang dikemas bagus seperti ini. Benar-benar di luar ekspektasi," ujar Reka Akmar, alumni yang bekerja di Rekin Indonesia.

Reka yang datang nyaris bersamaan dengan Yuli Russianti dan Anita Tresia pulang seolah sudah janjian. Mereka menumpang pesawat yang sama dan jam yang sama.

Di tempat acara pun hanya sekira empat jam. Hadir di acara pokok saja dan ikut sesi pengambilan foto dan video kenangan yang nantinya momen-momen indah kebersamaan setelah 25 tahun terpisah.

"Kami memang sekejap di Padang. Datang khusus hanya untuk acara. Salut buat panitia yang membuat kami merasa ikut penuh di acara. Kalian keren," ujar mereka hampir berbarengan.

Yannavis Arief, Project Control Manager Salalah Methanol Company Sultante of Oman, dengan tegas menyatakan tidak sia-sia dia datang jauh-jauh dari Oman. Dia mengaku tak merasa rugi tidak sempat mencicipi dulu Kuliner Minang.

Baginya, bertemu dengan teman-teman dalam suasana bahagia seperti itu sudah cukup baginya. Jika tak pekerjaan mendesak di perusahaan Oman Oil itu, ingin dia beberapa jam lagi di Padang.

"Bagi saya yang penting itu kita masih merasakan hangatnya pertemanan. Dan di acara ini bisa.membuat semua merasa pernah sama-sama masuk kuliah, kuliah bersama di tahun pertama. Kini FTUA93 kembali merasakan kebersamaan itu. Tak peduli apa jabatan dan kondisi kita saat ini," ujarnya.

Alumni yang tak hadir pun merasakan suasana reuni perak tersebut. Panitia benar-benar memanfaatkan teknologi. Foto dan video yang bagus dan diambil dengan teknik dan tematik langsung diupload ke berbagai platform media sosial. Thumbler dan baju reper pun ingin pula mereka dapat.

Hingga Aslim yang kini mempersiapkan kepindahannya dari Mauritius ke Belgia sebagai Senior Diretor produsen perhiasan dunia uring-uringan. "Jika urusan ini bisa didelegasikan, saya ingim terbang segera ke Indonesia," ujarnya.

Toni Darusman, lulusan terbaik angkatan 93 yang kini jadi Executive Vice President Brand Marketing CIMB Niaga pun mengakui harus menanggung kerinduan bertemu. Dia terpaksa batal berangkat. Sama halnya dengan Hanafi yang kini sukses berkarir di Johor Bahru.

Panitia yang dikomandoi oleh Direktur Umum Rumah Sakit Semen Padang, Zulkarnain pun tak kalah senang. "Alhamdulillah jika kawan-kawan senang dan menyatakan acara ini sukses besar," ujarnya.

Menurut Zulkarnain, acara sukses lantaran kekompakan semua alumni FTUA Angkatan 93. Mau reuni perak bersama lintas jurusan adalah hadiah terindah.

"Terima kasih kawan-kawan, sukses ini karena kita semua. Kerelaan untuk meluangkan waktu, demi terselenggaranya acara kita, sangat kami hargai. Terima kasih panitia, para donatur, Imelda Hotel dan mitra masing-masing alumni hingga acara ini begitu meriah," ungkapnya.

Ditegaskan Zulkarnain, dia dan panitia seluruhnya puas, lantaran rekan-rekan yang datang dari luar daerah dan luar negeri masih menyempatkan diri meski hanya bisa berkumpul untuk beberapa jam saja. Dukungan baik moril maupun materil dari para alumni sangat menggembirakan.


Pesan Berharga
Alumni yang bergerak di bidang kontraktor, konsultan dan level manager di berbagai perusahaan nasional dan multinasional terlibat diskusi hangat dengan alumni yang jadi dosen. Banyak masukan berharga yang menjadi hasil diskusi tersebut.

Bussiness & Operation Director Fluidra Indonesia, Noviandri Daftuni berharap agar para para rekan-rekannya yang memilih dosen sebagai ladang pengabdian hendaknya mampu membuat para mahasiswanya mengetahui pangkal dan ujung dari yang mereka pelajari.
Mahasiswa hendaknya dibuat tertarik dengan perkuliahan yang diikuti. Sangat dihargai jika mahasiswa dibuat cepat beradaptasi dengan bidang pekerjaannya. "Hal-hal aplikatif di dunia kerja hanya bisa didapat jika rekan alumni dimanfaatkan sebaik.mungkin," tegasnya.

Apa.yang dikatakan Noviandri didukung yang yang lain. Mereka menyatakan perusahaannya telah berupaya membina dan meningkatkan kapasitas guru-guru SMK. Umumnya mereka terkejut melihat kondisi peralatan perusahaan saat ini.

Para guru SMK kesulitan menjawab serangkaian test yang diberikan kepada mereka. Mereka pun mengakui ilmunya tertinggal puluhan tahun.

Kondisi Padang yang rawan gempa pun jadi perhatian. Para alumni yang berkiprah di perusahaan-perusahaan apraisal menyayangkan bangunan-bangunan di Padang dan Sumbar yang sekadar diperkuat strukturnya. Terutama hotel. Jamgan cuma memperhatikan aspek teknis, aspek bisnis dan kenyaman pengunjung harus diprioritaskan hingga bisa saja bangunan lebih baik diruntuhkan dibanding diperkuat saja. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *