Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

GPAI Pembawa Penyejuk, Bukan Buat Gaduh


Lubuk Aluang, fajarsumbar.com, 
Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan masyarakat. Untuk itu program kegiatan harus membawa kesejukan terhadap warga Sekolah dan terjauh dari kegaduhan.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Padang Pariaman Dr.H.Helmi,M.Ag dihadapan peserta KKG PAI Tingkat Kabupaten Padang Pariaman di SDN No. 22 Lubuk Alung, Padang Pariaman Kamis 13/9/2018.

Menurut Helmi, program dan kegiatan KKG PAI harus menyentuh terhadap peningkatan kompetensi diri Guru PAI (GPAI) untuk menunjang kegiatan di sekolah.

Diantaranya pembuatan bahan ajar, pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Sehingga GPAI mampu menambah kompetensi dan wawasan dalam melaksanakan tugasnya, sebut putra Bungus Teluk Kabung ini.

Disamping itu, ujar Kakankemenag, keberadaan Guru PAI memberi pencerahan terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat. Beragam permasalahan muncul ditengah-tengah ummat. Terutama masalah keutamaan tanggung jawab menjaga dan mengasuh orang tua berusia lanjut.

Sebaiknya kita belajar kasus memperebutkan hak mengasuh orang tua renta seperti di Mekah sana. Mereka beradik kakak berselesih untuk memperbutkan pahala. Nah, di daerah kita,  jauh berbeda berselisih memperbutkan harta orang tua. Kasus seperti ini, patut menjadi pembelajaran buat Guru PAI, minta Helmi.

Dalam kesempatan itu, ikut memberikan materi Kasi PAI Kankemenag Epi Mayardi, MA, menekankan persoalan yang berkaitan dengan karakter GPAI terus dibenahi. Guru PAI menjadi sosok panutan oleh warga Sekolah dan masyarakat. Mempunyai karakter dan pribadi yang sportif, menjadi diri sendiri,  menyadari kekurangan diri. Sehingga memperbaiki dan terus belajar menambah kemampuan diri.

"Jangan ada sikap saling menyalahkan, apalagi gagal paham terhadap sesuatu kebijakan dari pimpinan baik yang dari Kemenag maupun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman. Bersyukur dan banggalah GPAI karena diayomi oleh 2 (dua) Instansi" kata Epi Mayardi.

Kasi PAIS itu,  juga mengajak agar kita tetap melanjutkan program unggulan PAI seperti Program Tahfiz.

"Kita mentargetkan melahirkan 2 (dua) orang Tahfiz setiap Sekolah per-tahun untuk Juz 30 minimal, dan akan di Wisuda Tahfidz serentak Tingkat Padang Pariaman tahun 2019 nantinya," harap Epi Mayardi.

Ia juga mengevaluasi beberapa kegiatan perlombaan PAI, seperti lomba kemah rohis dimana Padang Pariaman belum berhasil meraih. Namun kita tetap berbenah diri untuk menghadapi event berikutnya.

KKG PAI dihadiri oleh Pengawas Sekolah, Kepala SDN. 22 Lubuk Alung, Pengurus KKG PAI Kabupaten Padang Pariaman, Pengurus KKG PAI Kecamatan se-Kabupaten Padang Pariaman. (sa)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *