Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Koto Tangah, Padang Maksimalkan Pencapaian Target 95 Persen Imunisasi MR

Camat Koto Tangah, Syahrul, SP.

Padang, fajarsumbar.com - Kecamatan Koto Tangah, Padang terus memaksimalkan pencapaian target 95 persen imunisasi campak dan rubella (measles rubella/MR) di kecamatan tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan Camat Syahrul. Salah satunya gencar mensosialisaikan kepada masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca).

Kecamatan Koto Tangah terdapat 13 kelurahan merupakan jumlah penduduk terbanyak di Kota Padang dengan lima puskesmas. Air Dingin, Dadok Tunggul Hitam, Koto Panjang Ikur Koto dan Puskesmas Lubuk Buaya. "Kami gencar mensosialisasikannya kepada masyarakat bersama Forkopimca agar target yang kita harapkan imunisasi campak dan rubella ini bisa tercapai," ujar Camat Koto Tangah, Syahrul S.P, kepada Singgalang,
kemarin.

Syahrul menyebutkan hal itu seusai rapat koordinasi Forkopimca di aula kantor camat setempat, Jumat (31/8). Pada rapat tersebut selain diikuti para pejabat di lingkungan instansi di kecamatan juga melibatkan kepala KUA, para lurah, LPM, ketua RT/RW dan tokoh masyarakat.

Pada rakor Forkopimca ditekankan agar seluruh pimpinan di instansi se-Kecamatan Koto Tangah juga ikut berperan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar membawa anaknya untuk dilakukan imunisasi campak dan rubella begitu juga imbauan melalui masjid dan mushalla. "Seluruh instansi harus terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, pentingnya imunisasi campak dan rubella ini," tambahnya.

Diakui, Syahrul ada sebagian warga kurang berkenan anaknya diimunisasi karena beranggapan vaksin MR tidak halal dan tidak aman. Padahal sudah ada pembahasan Pemko dengan MUI Padang penggunaan vaksin MR dibolehkan karena pertimbangan pencegahan campak dan rubella adalah bersifat darurat. Sejauh itu belum ada obat untuk penyembuhan penyakit karena virus rubella, tetapi bisa dicegah hanya dengan vaksin MR.

Gencarnya sosialisasikan dilakukan Koto Tangah tersebut juga berkaitan dengan adanya temuan delapan kasus pada anak yang terindikasi Measles (campak) dan Rubella di Padang. Ke delapan kasus tersebut berupa penyakit kelainan bawaan, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan dan kelainan jantung.

Atas temuan itu, Walikota Padang Mahyeldi menggelar pertemuan dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, MUI Kota Padang, Kemenag Kota Padang, Bagian Kesra, Bagian Humas, Camat se-Kota Padang dan konsultan UNICEF untuk MR di kediaman walikota Jalan A. Yani Padang, Senin (27/8/2018) malam.

Sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin MR (Measles Rubella) dari SII (Serum Intitute of India) untuk imunisasi, penggunaan vaksin MR dibolehkan (mubah), karena kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah) dan belum ditemukannya vaksin MR yang halal dan suci. Serta, keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi.

"Atas ditemukannya delapan penyakit yang membahayakan itu, sekaligus menindaklanjuti instruksi walikota, Koto Tangah terus gencar mensosialisasikan kepada masyarakat imunisasi MR ini. Kami menargetkan imunisasi ini bisa tercapai 95 persen," ujarnya optimis.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lubuk  Buaya, dr. Dessy dan Kepala Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Citra Septiyenri Syahnur, mengakui ada diantaranya orangtua keberatan anaknya diimunisasi karena berbagai alasan.

Antara lain meragukan kualitas vaksin yang digunakan dalam program imunisasi massal MR tersebut, anaknya sudah memiliki kekebalan tubuh sehingga tak perlu divaksin. Alasan lain anak mereka sudah memiliki imunisasi lengkap sejak lahir.

Menurut Dessy, vaksin MR hanya bersifat mencegah, sebab belum ada obat untuk penyakit akibat virus rubella. "Bila tidak dicegah berjangkitnya virus rubella nantinya bisa menjadi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB)," tambahnya.

Disebutkan, MR merupakan penyakit menular, obatnya sampai saat ini belum ada. Satu-satunya cara melindungi anak-anak dengan imunisasi. Untuk itu, imunisasi MR ini harus dilakukan agar virus MR tidak menyebar di tubuh anak.

Sebagaimana diketahui, rubella atau biasa disebut campak jerman, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella. Belum ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin MR.

"Sayangnya, masih banyak orangtua yang menolak anaknya diimunisasi karena takut akan risiko efek samping vaksin rubella. Padahal itu sebenarnya hanya sebuah ketakutan," katanya. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *