Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Kukuhkan MDN-G, Gubernur Ajak Perantau Berinvestasi di Sumbar


Melbourne, fajarsumbar.com- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengukuhkan kepengurusan Yayasan Minang Diaspora Dunia atau Minang Diaspora Network Global (MDN-G), yakni jaringan perantau Minang Dunia di Deakin University Melbourne Australia, Sabtu (29/9).

MDN-G adalah sebuah yayasan yang baru berdiri dengan tujuan utama adalah menghimpun dan menghubungkan para perantau asal Minangkabau seluruh dunia. MDN-G lahir terinspirasi dengan pertemuan Indonesia Diaspora sedunia yang digagas Dino Patti Jalal, mantan Dubes RI di Amerika Serikat.

Pengurus MDN-G yang dikukuhkan adalah, Presiden Dr. Dino Patti Djalal, Direktur Eksekutif Burmalis Ilyas, Sekjen Dr. Yuliandre Darwis, dan Bendahara Umum Dr. Ivan Rizal Sini.

Pengurus MDN-G diperkuat dengan Dewan Pembina yang diketuai Prof. Emil Salim, Dewan Penasehat diketuai oleh Tan Sri Dato' Seri Utama Dr. Rais Yatim, Dewan Pengawas diketuai oleh Dr. Arcandra Tahar, dan Ketua Dewan Pakar diketuai oleh Dr. Rizal Ramli.

Dalam sambutannya, Gubernur Irwan Prayitno mengungkapkan kebanggaannya dengan Tan Sri Dato' Seri Utama Dr. Rais Yatim yang sukses di pemerintahan Malaysia.

 "Beliau selalu menjaga adat budaya Minangkabau di Malaysia," ujarnya.

 Irwan mengatakan, Pemprov Sumbar sangat berharap masukan dari MDN-G Forum yang akan menggelar FGD. "Sumbar butuh sentuhan dunsanak rantau, terutama investasi untuk pembangunan kampung halaman. Karena APBD kita sangat terbatas," kata gubernur.

Menurut Irwan, Pemprov Sumbar akan terus merangkul  perantau untuk bersama-sama membangun daerah dengan berinvestasi di segala bidang, termasuk ide-ide cemerlangnya.

"Kata Prof Fasli Jalal (mantan Wamen Pendidikan), usahakan minimal satu rekomendasi MDN-G Forum dilaksanakan, tapi kita akan usahakan lebih banyak lagi yang bisa kita kerjakan bersama," tuturnya.

Gubernur Irwan Prayitno sangat bangga dan berterima kasih atas fasilitas tempat dari Prof. Ismet Fanany, Guru Besar Deakin University, sehingga perantau Minang dari seluruh dunia bisa bertemu.

 "Saya juga mengapresiasi kerja keras tokoh muda, Burmalis Ilyas yang bisa menyatukan perantau Minang se Dunia melalui MDN-G," ujarnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Spica, KJRI Melbourne yang diwakili oleh Zainal Arifin, Sumando Koto Gadang berterima kasih dan bangga Melbourne dijadikan tuan rumah MDN-G Forum dan Festival Minangkabau 2018. Di Melbourne ada 50 organasisi komunitas orang Indonesia, salah satunya Minang Saiyo.

"Semoga komunitas Minang terus berkonstribusi dalam pembangunan Indonesia, khususnya Sumbar,"ucapnya.

Sebelumnya, Dewan Pembina MDN-G, Jurnalis Udin menyampaikan kebanggaannya dengan kesuksesan orang Minang di pelosok dunia. "Networking perantau Minang ini bisa menyatukan orang Minang untuk sukses bersama," ungkapnya. "Semoga MDN-G bisa jadi wadah pemersatu orang Minang se dunia," katanya.

Tan Sri Dato' Seri Utama Dr. Rais Yatim, Ketua Dewan Penasehat MDN-G juga mengapresiasi panitia MDN-G dan Festival Minangkabau 2018 di Melbourne, yang bisa menghadirkan banyak perantau Minang dari banyak pelosok dunia.

"Kato basambuik, gayuang basambuik, jadikan forum ini untuk membangun Ranah Minang yang lebih baik," ucapnya dalam bahasa Minang.

Dikatakan Tan Sri, orang Minang harus terus melestarikan bahasa dan adat Minangkabau. Salah satunya adalah bapantun, dan di pantun itu ada kata berisi pesan. Apalagi orang Minang berasal dari bangsa yang sudah ada sejak lama.

Ditegaskan Tan Sri, orang Minang perlu mendalami asal usul Minangkabau, dan perlu mencari orang yang bisa mengkajinya melalui sejarah dan arkeologi.

"Mari kita bangkitkan semangat bangga memakai bahasa Minang, seperti bagaimana orang Jepang yang bangga menggunakan bahasanya di semua kesemapatan dan di mana berada," kata Tan Sri.

Direktur Eksekutif MDN-G, Burmalis Ilyas menyebutkan bahwa kehadiran yayasan ini adalah untuk menyatukan perantau Minang di seluruh dunia.

"Kita membangun jaringan ini untuk menjadikan orang Minang go internasional, termasuk kuliner dan seni budayanya," ujarnya.

Setelah acara pengukuhan, dilanjutkan dengan FGD dibidang Budaya dan Pendidikan. FGD dipandu oleh Maskur Chaniago Dt. Parpatiah Nan Sabatang dengan pembicara antara lain Prof. Rebecca Fanany, Hasril Chaniago, Prof. Fasli Djalal, Prof. Ismed Fanany. Topik pariwisata dan energi akan dilanjutkan besok dengan salah seorang pembicaranya adalah Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno.

Turut hadir walikota Padang, Walikota Payakumbuh, Walikota Pariaman, tokoh perantau Minangkabau dari berbagai negara dan tokoh alumnus Deakin University, Miko Kamal. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *