Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

LKP Martinneke, Entaskan Kemiskinan, Perempuan Diberi Skill

Peserta didik foto bersama dengan Martinneke di sela-sela pelatihan di LKP Martinneke, Selasa (19/9)

Padang, fajarsumbar.com - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Martinneke, kembali mendidik perempuan, khususnya ibu rumah tangga membuat masakan nasional dan nusantara selama tiga bulan, mulai 12 September.

Sebanyak 20 perempuan utusan dari 11 kecamatan se-Kota Padang yang dididik, mereka dilatih di lembaga LKP Martinneke di Jalan Koto Marapak, Banda Olo, Padang Barat. Mereka tidak saja dilatih membuat berbagai macam masakan kue, juga nantinya setelah tamat belajar bakal diuji melalui uji kompetensi keahlian.

"Pelatihan ini untuk mendidik perempuan, khususnya ibu rumah tangga agar pintar memasak berbagai macam masakan nusantara dan nasional. Bila mereka sudah punya skill, bisa membantu ekonomi keluarga," ujar Pimpinan LKP Martinneke, Martinneke kepada Singgalang di sela-sela pelatihan tersebut, Selasa (18/9).

Menurutnya, pelatihan itu dinamakan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang didanai dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Padang di bidang Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI).

Hal itu dimaksudkan untuk menyiapkan peserta didik kursus dan pelatihan menjadi tenaga kerja baru yang terampil serta kompeten, memiliki etos kerja dan daya saing tinggi.

Pada pelatihan itu, Martinneke yang sudah tidak terhitung lagi mengantarkan anak muridnya juara nasional dalam masak-memasak tersebut, juga mengajari bagaimana sikap serta kepribadian. Peserta juga belajar membuat donat, jajan pasar, kue lapis, kue kukus serta bermacam-macam gorengan.

"Saya tidak sekadar mengajari anak didik membuat kue dan masakan, tapi juga mengajari sikap dan kepribadian mereka. Mulai dari cara memasak juga bagaimana cara bertutur kata yang baik, serta sopan santun," ujar Martinneka yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Ahli Boga Indonesia (Ikaboga) Sumbar tersebut.

Pelatihan tersebut dilangsungkan selama tiga bulan dengan pertemuan tiga kali satu minggu, Selasa, Kamis dan Sabtu. Dalam satu hari pertemuan selama lima jam.

Pelatihan tersebut juga salah satu program untuk mendukung 10 program unggulan Walikota Mahyeldi Ansharullah untuk menciptakan wirausaha baru dan mengentaskan kemiskinan khususnya ibu rumah tangga.

"Saya berharap setelah selesai anak didik ini dilatih, mereka bisa membuka usaha baru dengan membuat jajanan pasar. Bila ada kemauan di sana pasti ada jalan, asal mereka gigih belajar," ujar Martinneke yang mengaku sudah melahirkan ratusan pengusaha dalam bidang memasak-masak tersebut.

Anak didiknya pada level satu diajari di antaranya, membuat jajan pasar, makanan nusantara seperti makanan kecil, risoles, kue mangkuak, dadar, kue kering, kikik murahan dan lainnya. Pada level dua, belajar jenis kue,  bakery, partry dan cokies.

Menurut Martinneke yang sudah sering memecahkan rekor MURI untuk Sumbar dari aneka macam masakan tersebut, selesai kursus, anak didiknya akan diuji melalui uji kompetensi. Apakah mereka yang belajar tersebut benar-benar serius. Tujuannya agar menghasilkan anak didik yang berkualitas dan teruji. (*)



Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *