Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Mantan Bupati Dharmasraya Ditangkap

Kajati Sumbar Priyanto didampingi Asintel memberikan keterangan kepada wartawan atas penangkapan Marlon Martua Situmeang, mantan Bupati Dharmasraya, Jumat (28/9).(givo)

Padang, fajarsumbar.com - Pelarian mantan Bupati Dharmasraya Marlon Martua Situmeang berakhir, Kamis (27/9) pukul 21.00.

Ketika pesawat yang membawa Marlon dari Pekanbaru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, tim Intilejen Kejagung, Adhyaksa Monitoring Crisis (AMC) dan tim Intelijen Kejati Sumbar menangkap Marlon Martua Situmeang dan membawanya ke Kejari Jakarta Selatan sebelum dibawa ke Padang dengan Lion Air penerbangan perdana Jumat (28/9).

Sekitar pukul 07.20,  Lion Air yang membawa Marlon mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, kemudian Marlon dibawa ke Puskemas Lubuk Buaya untuk pemeriksaan kesehatan. Sekitar pukul 08.20 WIB mobil yang mem bawa Marlon tiba di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Mata Air, Padang.

Di sinilah Marlon akan mengisi waktunya selama 6 tahun sebagaimana putusan Mahkamah Agung (MA) no. 171K/Pidsus/2016 tanggal 12 April 2017.

“Saya minta kepada para DPO (Daftar Pencarian Orang) kami imbau  menyerahkan diri. Lihatlah sebulan yang lalu, kami menangkap DPO Kotsan, kini Marlon kemudian Anda. Jangan coba-coba melarikan diri nanti susah sendiri,” kata Kajati Priyanto yang baru bertugas di Sumbar sekitar empat bulan didampingi Wakajati Irdam serta para Asisten dan para Kajari.

Ditambahkan Priyanto, pada Kamis (27/9) sore, tim Intelijen Kejati Sumbar dipimpin Asintel Teguh Wibowo, koordinator Andre Abraham, Kasi Intel Dharmasraya Ridwan Joni dan Kasi Pidsus Ilza Putra Zulfa berangkat ke Jakarta.

“Alhamdulillah hasilnya sudah ada sekitar pukul 09.00 malam,” kata Priyanto. Menurut catatan Singgalang, selama kepemimpinan Priyanto sudah menangkap dua DPO, Kotsan dan Marlon dan membantu menangkap burunon Kejati Jambi bernama Jamrus, mantan Pimpinan BRI Sungai Penuh, sepulang haji di BIM, Selasa (25/9) lalu.

Marlon Martua Situmeang yang ditemui Singgalang di Puskesmas Lubuk Buaya dan Rutan Anak Air, menolak berkomentar atas penangkapan dirinya tersebut. “Saya no comment,” kata Marlon.

Kasus ini bermula dari penyiapan lahan untuk RSUD Sungai Daerah Tahun Anggaran 2009. Kasus ini tidak hanya menjerat Marlon sebagai Bupati Dharmasraya saat itu, tetapi juga Sekda Busra dan tiga staf di bawahnya. Semuanya sudah kembali menghirup udara bebas karena sudh menjalani masa hukumannya. Di Pengadilan Tipikor Padang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Budi Sastera Cs. Marlon 3 tahun penjara dan oleh majelis hakim yang dipimpin Reno L. divonis satu tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Lalu, baik JPU maupun Marlon menyatakan banding. Oleh PT Padang, Marlon dihukum 3 tahun dan kemudian para pihak kasasi. Oleh Mahkamah Agung Marlon dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kasus penyediaan lahan untuk RSUD Sungai Daerah tahun anggaran 2009 ini selain menjerat Marlon Martua Situmeang selaku bupati, juga menjerat Sekda Busra, Agus selaku Kabag Tapem dan Agustin Irianto selaku PPTK namun semuanya sudah dapat menghirup udara bebas karena menjalani masa hukuman.(adi hazwar)

sumber: singgalang

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *