Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Mewujudkan Pemilu Damai, Tokoh Agama Gelar Diskusi

Tokoh agama, Irfianda Abidin bersama pengamat politik Unand, Aidinil Zetra dan mahasiswa usai diskusi Pemilu Damai, Jumat (28/9).

Padang, fajarsumbar.com - Mewujudkan pemilihan umum (pemilu) 2019 damai tanpa ada ujaran kebencian, Tokoh Agama‎ Sumatera Barat, Buya Irfianda Abidin mengajak seluruh elemen masyarakat menahan diri.

Sejak dulu, setiap ada kontestasi pemilu, Ranah Minang selalu aman dan berjalan lancar. Itu karena kontrol umat, yakni filosofi syarat mangato adat mamakai‎, adat basyandi syarak, syarak Basandi kitabullah, kata Irfiandi Abidin, saat diskusi Pemilu 2019 Damai Tanpa Ujaran Kebencian, di J-Six Cafe, Jumat (28/9).

Irfianda mengatakan, pada Pemilu, tentu saja akan ada riak ke depannya, yang akan membuat situasi menjadi kurang kondusif. Guna mencegah itu, pihaknya mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar memulai dengan memasang niat yang lurus dalam menysukseskan pemilu 2019.

Riak akan muncul, jika oknum calon ataupun partai yang melakukan berbagai langkah yang tidak sesuai dengan aturan. Seperti kampanye hitam, dan pelanggaran lainnya. Jangan sampai ini menciderai hati masyarakat Sumbar, ujar Irfianda.

Untuk mengantisipasi hal itu, peran dari penyelenggara Pemilu ataupun pengawasan, harus lebih intens. Jika hal itu dilakukan, maka tidak akan ada kegaduhan yang akan muncul kepermukaan.

"Kita juga ingatkan kepada penyelenggara Pemilu harus berlaku baik, adil dan profesional saat menjalankan tugas masing-masing," katanya.

Dikatakannya, dia sempat mendengar Sumbar menjadi daerah dengan kerawanan yang tinggi. "Saya heran, darimana tolak ukurnya. Masyarakat Sumbar sangat santun dan tidak mau terpecah belah," ujarnya.

Dia mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk berdoa agar pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman dan damai, sehingga kontestasi lima tahun tersebut melahirkan demokrasi yang betul-betul demokrasi.

"Mari kita jadikan pemilu ini ajang untuk memperkokoh persatuan bangsa, bukan sebaliknya sebagai perpecahan bangsa. Marilah kita wujudkan pemilu atau pilpres yang beradab dan berkualitas," kata dia.

Hasil dari pemilu nanti, bisa menghadirkan pemimpin yang selalu meningkatkan kesejahteraan bangsa. "Mari kita berdoa semoga tuhan menguatkan iman dan memberikan kekuatan lahir dan batin untuk menghadirkan pemilu yang aman dan tentram".

Sementara itu, Pengamat Politik Unand, Aidinil Zetra, mengatakan, apa pentingnya Pemilu damai. Damai itu adalah satu hal yang mendasar dalam demokrasi. Dimana demokrasi tidak ada perpecahan dan permusuhan.

Tidak ada demokrasi yang menimbulkan perpecahan dan kekerasan. Dimana demokrasi ‎harus menghadirkan suasana yang aman dan nyaman, dan masyarakat sebagai partisipasi bisa memilih dengan tenang, katanya.

Saat ini banyak beredar akun palsu di media sosial, yang mana akun-akun ini merusak demokrasi. Para oknum ini, sengaja memviralkan beberapa berita ujaran kebencian yang bertujuan memperpecah belah, sehingga merusak demokrasi.

Adanya perbuatan oknum ini, membuat masyarakat tidak lagi bisa secara bebas dalam menentukan pilihan. Pemilu kali ini harus damai dan bisa melahirkan tokoh politik yang berkualitas," tutupnya. (guspa)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *