Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Kadin: Pemda Harus Sambut Investasi

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno foto bersama dengan pengurus Kadin Sumbar usai dilakukan pengukuhan periode 2017-2022 di Kyriad Hotel, Senin (17/9). (Melati)

Padang, fajarsumbar.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan pemerintah daerah untuk ramah terhadap datangnya investasi, baik asing atau domestik.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani, saat pengukuhan pengurus Kadin Sumbar periode 2017-2022 di Kyriad Hotel, Senin (17/9).

Menurutnya investasi menjadi kunci utama bagi pemerintah untuk menaikan angka pertumbuhan ekonomi yang tak kunjung beranjak dari 5 persen. Target pertumbuhan ekonomi tahun 2019 misalnya, masih dipatok di level 5,3 persen.

Rosan menjelaskan, penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar adalah konsumsi rumah tangga dengan 50 persen.

Selanjutnya, investasi menyumbang porsi 30 persen, belanja pemerintah 10 persen, dan sisanya adalah komponen lain termasuk ekspor-impor. Konsumsi rumah tangga merupakan mekanisme yang cukup kompleks. Artinya, yang paling bisa diandalkan pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan adalah investasi.

"Pemda punya peran di sini. Jangan lupa juga, negara-negara tetangga kita juga giat-giatnya mengundang investasi," ucapnya.

Untuk itu, Rosan mengingatkan kepala daerah untuk membuka diri lebar-lebar terhadap investasi. Terlebih karena investasi baru juga sejalan dengan pembukaan lapangan kerja. Investasi, lanjutnya, bisa menyasar sektor pariwisata.

Indonesia dianggap masih jauh di belakang negara-negara ASEAN dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan. Dari segi kekayaan alam, Rosan memandang Sumbar memiliki potensi besar untuk menampung investasi di sektor pariwisata.

"Saya yakin Sumbar ini potensi pariwisata sangat besar. Namun alam yang baik itu, harus diimbangi dengan konektivitas," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno yang turut menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Kadin Sumbar Periode 2017-2022 itu, mengucapkan selamat atas terselenggaranya pengukuhan. Walaupun butuh waktu lama untuk terlaksana, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

"Kami ucapkan selamat kepada yang baru saja dikukuhkan. Walau telah menunggu lama, akhirnya dikukuhkan juga. Memang harus segera dikukuhkan supaya bisa maksimal membantu pemerintah," ujarnya.

Irwan mengingatkan, setelah seluruh perbedaan dan ketidaksamaan cara pandang serta ragam dinamika yang timbul. Mengakibatkan pada tertundanya pengukuhan, kini sudah waktunya Kadin Sumbar berjalan menyatukan langkah menuju tujuan dan cita-cita yang sama.

"Pandangan yang tak sama sudah selesai, kini mari kita satukan langkah dan tujuan agar cita-cita organisasi tercapai," kata gubernur.

Menurut Gubernur, Kadin harus berpartisipasi aktif menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga kesejahteraan masyarakat Sumbar dapat terwujud.

"Kami harap bisa segera bekerja, dan sebagai pemerintah, kami harap kita juga bisa segera bekerja sama dalam menyukseskan program-program pembangunan di Sumbar," tuturnya.

Untuk itu, Irwan menyatakan perlu dilakukan sinkronisasi program antara pemerintah daerah dengan Kadin.
Sebagai langkah awal, dapat dipusatkan pada upaya peningkatan ekspor komoditi andalan Sumbar, yakni gambir, kayu manis, dan pinang.

"Ini perlu kita upayakan. Semangat kerjasama kita, saya pikir kita awali di komoditi ekspor unggulan ini dulu," ucapnya.

Selain kerjasama dan sinkronisasi program kerja, Gubernur juga mengajak Pengurus Kadin Periode untuk memberi perhatian penuh dan terhadap pengembangan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM). (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *