Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Perda Nagari Diharapkan Mengurangi Permasalahan Adat di Meja Hijau

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit saat membuka sosialisasi Perda Nagari, Senin (24/9) di Pangeran Beach Hotel, Padang. (Melati)

Padang, fajarsumbar.com-- Lahirnya Perda Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Nagari diharapkan mampu mengurangi jumlah permasalahan adat yang dibawa ke ranah pidana.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit ketika membuka sosialisasi Perda Nagari, Senin (24/9) di Pangeran Beach Hotel, Padang.

Nasrul Abit menyebutkan, lahirnya Perda Nagari, salah satu cara untuk meminimalisir masalah adat yang selama ini mudah digulirkan ke pengadilan. Padahal, ada mekanisme untuk menyelesaikannya melalui perangkat-perangkat nagari. Salahsatunya melalui pengadilan adat yang telah dituangkan dalam Perda Nagari.

“Sengketa lahan adat dibawa ke pengadilan negeri, sehingga banyak yang kalah di pengadilan. Tuntaskan masalah itu secara musyawarah dan kekeluargaan,” ucapnya.

Untuk itu, sebut Nasrul Abit, pengadilan nagari tak boleh juga mengurusi masalah pidana, karena kewenangan itu ada di penegak hukum.

Selain itu, dengan lahirnya Perda Nagari ini, Nasrul Abit juga meminta perangkat nagari profesional dalam menggelola nagari. Jangan sampai uang dana desa digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Kami mengimbau bupati supaya segera mengeluarkan peraturan di turunan dari Perda Nagari ini. Jika ada hal yang perlu diatur secara detil sesuai dengan keberadaan nagari masing-masing," tuturnya. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *