Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Polda Sumbar Bongkar Pabrik Miras

Tim Reskrim Khusus Polda ketika membongkar pabrik miras.(guspa)

Padang, fajarsumbar.com - Pabrik minuman keras (miras) di Jalan Veteran Padang, dibongkar aparat kepolisian. Dalam operasi itu, anggota Direktorat Reskrim Khusus Polda mengamankan tiga orang pembuat miras palsu tersebut.

Ketiga pelaku adalah, Suherman, 47, Liany Anggeini, 46 dan Taufik Ilyas, 38 dan saat ini mendekam di tahanan Mapolda Sumbar.  Dalam melancarkan kegiatannya, Suherman dan Liany yang merupakan suami istri membuat usaha sound sistem mobil dengan nama toko Albani.

"Nama toko ini sebagai modus untuk memperlancarkan kegiatan ilegalnya,"ujar Direktur Reskrim Khusus, Kombes Margiyanta, Kamis (6/9).

Dalam ekspos kasusnya, Margiyanta, didampingi Kabid Humas, Kombes Syamsi dan Kasubdit, AKBP Yudhistira mengatakan barang bukti yang disita, 70 kardus berisikan 840 botol Brandy Beraroma White, 40 kardus berisikan 480 botol W & N, 76 kardus berisikan 912 botol Anggur Merah Malaga, empat kardus berisikan 48 botol merek New Port.

Kemudian, 83 kardus berisikan 996 botol TKW Brothers, 14 kardus berisikan 336 botol Big Boss Beraroma Vodka, 14 kardus berisikan 336 botol Black Horse Tequilla, 18 kardus berisikan 432 botol Whisky Mansion Housen.

Jika ditotalkan jumlah semuanya 4.380 botol miras beragam merek. "Ini sudah pabrik besar, "ujar Margiyanta.

Selain miras, petugas juga menyita barang bukti lain, di antaranya, ribuan botol kosong beragam merek, mesin merek Fomac untuk menutup botol, mesin merek VFM-78, panci pengaduk minuman, dua jeriken alkohol, pewarna, timbangan takaran, lakban kardus serta sejumlah peralatan lainnya.

Tidak itu saja, polisi juga menyita uang Rp30 juta, buku rekening Mandiri plus ATM, buku rekening BCA plus ATM dan dua unit mobil Grand Max.

Margiyanta menceritakan, pabrik Miras tersebut telah beroperasi sejak tiga tahun lalu dan daerah produksinya semua daerah di Sumbar.

Terbongkarnya home industri miras palsu ini berawal setelah petugas
menerima informasi ada mobil membawa miras di Lubuk Begalung.

Mendapatkan info itu di bawah komando Kasubdit AKBP Yudhistira, beberapa petugas mendatangi lokasi sekitar pukul 20.00 WIB. Ternyata benar di sana ditemukan kendaraan minibus sedang memperdagangkan miras.

Berdasarkan keterangan sopir (Taufik) miras tersebut diproduksi di Jalan Veteran, Padang, persisnya pada Toko Albani.

Petugas mendatangi toko itu. Ternyata di sana toko soud sistem mobil. Setelah diperiksa, di belakang toko ado dua rumah dan di sana ditemukan bahan serta peralatan untuk membuat miras. Bahkan ditemukan ribuan botol miras beragam merek siap edar.

Miras palsu itu dibuat dengan cara mencampurkan bahan etanol satu jerigen dengan sepuluh jerigen air mentah. Setelah itu, adonan tersebut dicampur dengan pewarna dan perasa serta zat lainnya.

Diceritakan, pabrik miras tersebut sudah berjalan sejak tiga tahun lalu. Dimana, sehari mencapai ratusan botol yang dibuat tersangka. Dalam penjualannya, suami istri itu mengantongi omset Rp100 juta/bulan. "Pengakuan tersangka omsetnya Rp100 juta sebulan,"ujar Margiyanta.

Dikatakan, ada tiga pasal yang disangkakan pada pelaku, yakni UU Pangan, Perdagangan dan UU Perlindungan Konsumen.

Sementara Taufik mengakui bekerja di pabrik miras tersebut. Ia mengatakan, selain sebagai peracik miras, ia juga bertugas mendistribusikan ke warung-warung di Sumbar. (guspa)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *