Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Raih Nilai Cumlaude, Gubernur Sumbar Terima Pena Emas dari PWI Pusat

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meraih penghargaan Pena Emas dari Ketua PWI Pusat Margiono di Aula Kantor Gubernur, Jumat (21/9). (Melati)

Padang, fajarsumbar.com-- Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dianugerahi Pena Emas oleh organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat. Hal itu lantaran, Irwan dinilai memiliki kontribusi dan profesionalitas  terhadap pers di Sumbar.

"Pena Emas itu penghargaan tertinggi, tidak banyak orang mendapatkannya. Di Sumbar baru dua orang yang mendapatkan gelar tersebut. Yakni Rosihan Anwar, Tokoh pers legendaris, pada 39 tahun lalu dan Gubernur Irwan Prayitno," kata Ketua Umum PWI pusat Margiono, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat, (21/9/2018).

Pada kesempatan itu, juga digelar sidang pleno PWI terhadap penyerahan penghargaan itu. PWI pusat, kata Margiono memberikan nilai Cumlaude terhadap orasi Irwan Prayitno yang menceritakan egaliter dan marantau sebagai budaya orang minang.

"Jarang orang mendapatkan cumlaude ini, biasanya bagus atau sangat bagus saja," katanya.

Margiono, juga mengapresiasi peraturan pemerintah (Pergub) nomor 30 tahun 2018, tentang peraturan watawan wajib memiliki legalitas atau ujian kompetensi wartawan (UKW) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.

 "Ini bagus. Satu-satunya di Indonesia. Kita bisa jadikan percontohan," ucapnya.

Sementara itu, Irwan Prayitno  menyambut penghargaan itu dengan senang. Karena penghargaan dari PWI itu semakin memotivasi Pemprov Sumbar lebih baik kedepannya.

"Buat saya, penghargaan Pena Emas bukanlah akhir atau puncak sebuah proses kemitraan antara pemerintah daerah dengan insans pers. Tetapi ini mejadi cambuk bagi kita bersama, terutama di jajaran OPD untuk lebih meningkatkan kemitraan tersebut," ucap gubernur.

Menurutnya, peranan pers tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dalam teori pembangunan, pers menjadi salah satu poin penting selain pemerintah, pelaku/dunia usaha, akademisi, dan komunitas.

Sinergi pemerintah dengan pers dibangun dalam kemitraan yang sejajar. Di satu sisi pers berperan sebagai sosial kontrol pelaksanaan pembangunan, tetapi pers juga butuh informasi perkembangan pembangunan dari pemerintah, sekaligus memberikan harapan serta optimisme kepada masyarakat.

Sementara di sisi pemerintah  butuh sarana untuk menyampaikan pesan pesan pembangunan pada masyarakat luas.

"Kita sangat mengapresiasi kritikan yang konstruktif dari pers dan kita butuh itu. Tanpa kritik yang sehat dan membangun, rasanya ibarat membawa mobil tanpa rambu lalu lintas,"tutur Irwan.

Untuk diketahui, Anugerah Pena Emas merupakan penghargaan tertinggi PWI yang diberikan kepada tokoh masyarakat yang berjasa pada bangsa dan negara, memberikan perhatian untuk kemajuan dunia pers.

Anggota panelis dalam sidang pleno PWI ini adalah Sekjen PWI Hendry Ch. Bangun, Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang, Sasongko Tedjo, Atal S. Depari, Marah Sakti Siregar, Teguh Santosa, Soleh Thamrin, Muhammad Noeh, Djoko Saksono, dan Asro Kamal Rokan. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *