Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Ratusan Guru TK se-Sumbar Dibekali Penilaian Kinerja

Peserta serius mengikuti pelatihan

Padang, fajarsumbar.com - Ratusan guru Taman Kanak Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Sumatera Barat ikuti pelatihan penilaian kinerja guru TK PNS dan non PNS dengan aplikasi online dan data pokok pendidik (Dapodik) PAUD di Hotel Inna Muara, Kamis (27/9).

Kegiatan itu dimaksudkan agar guru TK dan PAUD agar profesional dan memiliki kemampuan mengajar untuk menciptakan generasi cerdas. Selain itu, lembaga harus mempersiapkan data yang valid dan menguploadnya secara online melalui website yang telah ditentukan Kemendikbud.

"Pemerintah terus mempersiapkan guru yang profesioal dengan mengadakan berbagai pelatihan. Begitu lembaga-lembaga didik TK dan PAUD yang tersebar di seluruh di Sumatera Barat agar memberikan data yang valid," ujar Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sumbar, Affrizal Mukhtar, Kamis (27/9).

Affrizal mengungkapkan hal itu saat membuka kegiatan pelatihan penilaian kinerja guru TK PNS dan non PNS dengan aplikasi online dan Dapodik PAUD versi 3.3.0 tahun 2018 di Hotel Inna Muara, Padang.

"Selain menciptakan guru yang handal, pemerintah juga membenahi data dapodik guru. Lembaga-lembaga PAUD dan TK harus terus membenahi datanya dengan meng-uploadnya ke website yang telah tentukan," tambahnya.

Menurutnya, dengan penilaian kinerja tersebut, guru diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerjanya setiap tahun. Penilai harus melaksanakan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan sehingga dapat menunjukan profil kinerja guru yang sebenarnya. Hasilnya dijadikan sebagai dasar untuk penyusunan rencana Pengembangan Profesi Guru Pembelajar (PPGP), baik individu maupun sekolah.

Pembenahan data Dapodik dimaksudkan untuk mempermudah pemerintah pusat mengucurkan bantuan baik fisik maupun non fisik ke sekolah.  "Jangan ada lagi ditemukan datanya ada, tapi ketika di cek kelapangan lembaganya tidak aktif. Artinya lembaga (PAUD/TK) ada tapi tidak memiliki murid alias sudah tutup," tambahnya.

Jadi ia berharap kepada lembaga-lembaga yang dimaksud di atas, agar selalu meng-update datanya, sehingga Kemendikbud bisa mengetahui perkembanganya lembaga tersebut. "Jika gurunya sudah pindah atau berhenti, maka lembaga itu harus cepat memperbaharui datanya," tambahnya.

Jika lembaga dimaksud tidak mengupdate datanya, Kemendikbud bisa saja mendelete (menghapus), jika itu terjadi maka yang bakal rugi tentu lembaga yang dimaksud, karena tidak akan ada lagi bantuan yang diberikan baik fisik maupun non fisik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang yang diwakili Kabid PAUDNI, Nurhayati dan Kepala PGRI Sumbar, Zainal Akil menyebutkan, pentingnya kegiatan tersebut, diharapkan peserta harus serius mengikuti pelatihan tersebut.

Ketua IGTKI-PGRI Kota Padang, Irma Candra Dewi menyebutkan selaku penyelenggara kegiatan tersebut menyebutkan, pelatihan itu diikuti 366 peserta dari utusan masing-masing guru TK dan PAUD di kabupaten/kota se-Sumbar. Kegiatan itu dilangsungkan selama dua hari Kamis - Jumat (27-28/9). (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *