Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Tsunami Terjang Palu dan Donggala

Tsunami memporak-porandakan daerah Palu dan Donggala

Donggala, fajarsumbar.com
- Senja yang mulai gelap, seusai gempa, warga Palu dan Donggala menangis histeris. Tsunami melanyau daerah mereka. Duka mendalam di ujung pulau pulau itu menyebar amatlah cepatnya ke seluruh negeri melalui sebuah video amatir.

Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (kemudian diralat menjadi 7,4 SR)  mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), menyentakkan Indonesia. Daerah itu dilanda tsunami dengan ketinggian 0,58 meter hingga 3 meter. Ini amat menyentakkan. Tsunami hebat pernah terjadi di Aceh 26 Desember 2004. Kala itu korban jatuh 230 ribu orang. Banda Aceh, kota nan damai luluh lantak.

Lewat video amatir yang ditayangkan sejumlah televisi nasional, warga di sana histeris dan ketakutan. Air melanyau pemukiman masyarakat yang berdekatan dengan pantai. Belum diperoleh data resmi tentang korban meninggal dalam peristiwa itu. Yang pasti, sejumlah bangunan rusak.
Efek gempa ini membuat tower ATC rusak dan berimbas pada penutupan bandara Mutiara Palu.
Selain itu, sejumlah bangunan tua di sepanjang jalan Trans Sulawesi atau Jalan RE Martadinata rubuh.

Mall Tatura di Jalan Emmy Saelan, Lau Selatan, Kota Palu dikabarkan rubuh.
“Betul Mall Tatura rubuh, Hotel Asiyra dan batching Plant saya di seberang Water Front Citra Land Palu, juga rubuh. Saya update terus infonya,” kata Oetomo Tjandra, pengusaha pemilik Batching Plant di sekitar Teluk Palu.

Oetomo yang mengaku masih di Surabaya, mendapat laporan dari karyawan dan stafnya dari Palu.
Mall Tatura salah salah satu pusat perbelanjaan tertua di kota Palu. Mall ini diresmikan pada 2006 atau sudah berusia 12 tahun.

Lili Chandra, warga Jalan Gadjah Mada, Palu, melaporkan, suasana kota berpenduduk sekitar 460 ribu warga ini, mencekam. “Kami hanya di sekitar rumah. Gempa terus,” ujarnya.
Dia juga melaporkan salah seorang adiknya lagi sibuk mencari neneknya yang sudah berusia 80-an tahun.

“Adik lagi cari nenek pakai motor. Macet, semua orang di jalan,” kata Lili.
Dilaporkan listrik di bagian kota padam. Rumah warga gelap gulita. Jalan-jalan dilaporkan retak.
Akibat gempa, lantai ATC di Bandara Mutiara Palu reta-retak. Terlihat beberapa retakan bangunan berwarna orange itu.

“Jadi di lantai empat itu adalah ruang kontrol untuk ATC komunikasi pesawat,” ujar seorang pegawai bandara Mutiara Palu.
“Karena itu rubuh lantai empatnya, jadi alat dan meja kerja tidak bisa dipakai,” sambungnya.
Pihak Bandara telah menerbitkan Notam penutupan bandara hingga 29 September pukul 19.30 WITA.

“Notam-nya sudah diterbitkan baru saja dan bandara Palu ditutup,” kata dia.
Titik gempa di 0.18 LS dan 119.85 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya beberapa kali gempa terjadi dengan beragam kekuatan. Salah satunya gempa berkekuatan 6,0 SR yang menyebabkan kerusakan serta 1 korban meninggal dunia di Donggala.
“Bandara ditutup sampai dengan besok malam. Tower lantai empat roboh,” kata General Manager Airnav Makassar, Novy Pantaryato.

Gempa bumi di Donggala juga berdampak di wilayah Kabupaten Tanahbumbu. Gempa terasa di Batulicin, Simpangempat, Pagatan, Sardangan, Sepunggur.

Awalnya, warga tak mengira itu gempa namun getaran itu ternyata dirasakan selama beberapa menit sehingga masyarakat benar-benar menyadari.

Ipan di antaranya, dia sempat mengira itu merupakan faktor getaran truk besar lewat.
Namun warga Pagatan ini, yang saat itu masih berada di tanah tidak percaya sehingga naik ke rumahnya yang terbuat dari bangunan kayu.

Setelah beberapa saat, ternyata diyakininya bukan getaran truk besar namun memang gempa bumi.
“Awalnya saya kira bukan gempa. Tapi lama hampir lima menit hingga akhir nya saya yakin itu memang gempa. Sebab saat melihat air di sungai memang bergelombang,” katanya.

Serupa dengan Ipan, Amat warga Sardangan juga merasakannya. Dia yang berada di kawasan bantaran sungai itu sempat bingung karena rumahnya bergetar tak seperti biasanya.

“Saat di dalam rumah, saat itu saya sedang berbaring didalam kamar main HP. Tapi di merasa rumah seperti bergoyang. Tak lama, mama saya datang dari dapur dan meminta melihat air didalam baskom bergelombang. Itu terjadi sekitar 3 menitan,” katanya.

Dia mengatakan, rumah kayu itu memang sudah biasa bergoyang. Sebab bangunan kayu tersebut setiap kali ada aktivitas termasuk jalan di dalam rumah, maka juga akan bergoyang sehingga sudah biasa.

Namun saat itu, getarannya cukup berbeda dan akhirnya meyakini itu adalah gempa bumi.
“Goyangannya tidak terlalu kencang jadi kami tidak terlalu panik. Biasa saja tapi lumayan lama. Ya semoga saja tidak terjadi apa-apa,” katanya.
Padam

Listrik di Palu pun ikut padam hingga kini. Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tenggah dan Gorontalo Jantje Rau mengatakan kondisi saat ini, listrik di Palu maupun Donggala padam.  “Iya masih padam,” kata dia yang dilansir detikcom.

Dia mengatakan, Palu dengan Donggala sendiri jaraknya tidak terlalu jauh.
“Di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Donggala kan bagian dari Palu ya,” jelasnya.
Dia mengatakan pihaknya sedang fokus melakukan penormalan pasokan listrik.(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *