Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

136 Pasutri Mualaf Mentawai Isbat Nikah Massal

Hakim Isbat Nikah H.M. Taufik dari Pengadilan Agama Klas IA Padang saat mewawancarai pasutri
pada Sidang Isbat Nikah di Sikakap, Mentawai, kemarin. (andy)

Padang, fajarsumbar.com - Sebanyak 136 pasangan suami isteri (pasutri) mualaf di Kepulauan Mentawai bersyukur atas dilaksanakan Isbat Nikah yang dilaksanakan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kabupaten Kepulauan Mentawai dan LP2M UIN IB Padang, 23-26 Oktober.

Sidang Isbat Nikah, permohonan pengesahan nikah yang diajukan kepengadilan untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum. Biasanya sidang ini diadakan bagi pasangan yang pernikahannya belum dicatat negara, kehilangan buku nikah, atau menikah sebelum tahun 1974.

"Alhamdulillah, terkabul juga doa-doa kami untuk bisa menjadi pasangan suami istri yang syah secara hukum, sehingga kami juga dapat mempunyai surat-surat nikah seperti pasangan suami istri lainnya. Seperti akta kelahiran anak, pengurusan KTP dan lainnya untuk kebaikan keluarga kami kelak," ujar salah seorang pasutri, Amiruddin dan Rosaini  disela-sela sidang Isbat Nikah di Masjid Raya, Sikakap, Kepulauan Mentawai, kemarin.

Amiruddin juga mengucapkan terima kasih kepada  pengurus UPZ Semen Padang, Kemenag Mentawai dan tim yang datang ke Mentawai untuk melakukan isbat nikah tersebut. "Terima kasih semuanya atas terlaksana Isbat Nikah ini," tambahnya lagi.

Kebahagiaan juga juga dirasakan 135 pasutri mualaf dan kurang mampu lainnya berada di Sikakap, Pagai Utara Selatan, Kepulauan Mentawai. Sidang isbat nikah itu dilaksanakan, Rabu (24/10) oleh UPZ Semen Padang yang juga bekerja sama dengan Pengadilan Agama kelas 1A Padang serta didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN IB Padang dan lainnya.

Ketua UPZ Semen Padang Oktoweri menyebutkan, kegiatan Isbat Nikah yang dilakukan di Sikakap itu merupakan kegiatan tahap tiga yang sebelumnya juga dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sasarannya masyarakat dengan ekonomi rendah (kurang mampu), dan itu merupakan bagian dari program kegiatan sosial kemasyarakatan  UPZ Semen Padang.

Menurutnya,  program sosial kemasyarakatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai direncanakan akan dilakukan hingga tahap IV. "Tahap tiga ini kami bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kelas 1A Padang melegalkan sebanyak 136 pasangan suami istri yang tersebar di Sikakap ini yang diperkirakan ada sekitar 600 pasangan lebih yang belum disyahkan secara hukum dikarenakan faktor ekonomi yang selama ini melilit mereka," tambahnya.

Ketua Pengadilan Agama Kelas 1A Padang, H.M Naska P. Intan menambahkan, ia sangat mengapresiasi program Isbat Nikah yang dilaksanakan UPZ Semen Padang, sebab kegiatan itu sangat mulia. "Isbat Nikah ini sama memperjuangkan agama Allah, sudah pasti diredhai Yang Maha Esa, saya berharap tim nantinya menjadi kekuatan hebat dalam menjalankan ukhuwah Islamiyah di Kepulauan Mentawai ini," ujarnya.

Isbat Nikah yang dilakukan UPZ Semen Padang itu juga merupakan program pemerintah saat ini, secara tidak langsung UPZ Semen Padang telah membantu pemerintah. "Saya yakin tim yang turun saat ini adalah orang-orang terbaik pilihan Allah, mujahid-mujahid yang akan memperjuangkan agama Islam dan Insya Allah kesemuanya juga akan diperjuangkan oleh Yang Maha Kuasa baik hidup nantinya," tambah dia.

Isbat Nikah itu juga perwujudan pelaksanaan amanah Undang-Undang untuk memberikan akses kemudahan terhadapat masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terpencil yang berada di kepulauan maupun daratan, terutama bagi masyarakat miskin kurang mampu. (andy)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *