Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Apapun Alasannya, Masjid Tidak Boleh Digunakan untuk Pesta


Padang, fajarsumbar.com - Heboh dan viral di media sosial terkait dengan dijadikan Lantai II Masjid Agung Nurul Iman Padang sebagai tempat pesta pernikahan yang diiringi dengan musik orgen tunggal, diprotes wakil rakyat.

“Tak lazim dibuat orang di Sumbar selama ini. Apapun alasannya, masjid tetap tempat ibadah. Tapi ini tidak dijadikan sebagai tempat pesta perkawinan. Ini memalukan dan pelanggaran adab terhadap masjid,” kata Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Padang, Amrizal Hadi, kemarin di Padang.

Pengurus Muhammadiyah Sumbar ini berpendapat, dijadikannya masjid tempat pesta apalagi dibarengi orgen tunggal, adalah hal sangat memalukan. Bahkan bisa dinilai sebuah pelecehan dan bisa menimbulkan multitafsir tidak hanya dari umat Islam sendiri tapi juga non muslim.

“Jadi apapun apapun alasannya, pengurus dan pengelola masjid  Nurul Iman harus meminta maaf kepada umat Islam. Jangan dibiarkan berlama-lama karena bisa digoreng pihak-pihak tertentu yang berujung pada keresahan umat. Padahal Sumbar, selama ini aman dan damai. Toleransi antar umat beragama juga terjaga. Jangan ini pecah karena dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin Sumbar kacau,”terang Amrizal.

Dia tahu, yang dijadikan arena pesta adalah lantai 2 dan tempat shalat di lantai 1. Di lantai 2 itu, biasanya juga menjadi tempat seminar, diskusi, pameran dan lainnya. Tetapi dimanfaatkan untuk pesta pernikahan, meski di lantai 2, sungguh keterlaluan dan tidak bisa diterima.

“Kadang-kadang undangan yang datang ke pesta, kan tidak muslim semua. Ada juga nonmuslim. Bisa jadi teman kantor, teman bisnis dan lainnya. Dan biasanya pula, saat menghadiri pesta pernikahan, ada undangan perempuan, pakaiannnya tidak pakaian muslim, tapi pakaian pesta yang kadang mengumbar aurat. Apa kata dunia nanti, perempuan berpakaian umbar urat bermaksud menghadiri pesta, tapi harus memasuki halaman mesjid. 

Amrizal menyebutkan agar pengurus dan pengelola masjid Nurul Iman untuk menelusuri dan diperbaiki kembali SOP penggunaan ruang serba guna masjid Nurul Iman.

Kemudian,  tidak lagi mengizinkan kegiatan pesta pernikahan dikarenakan kondisi aula Masjid yang menyatu dengan masjid (lantai dua) kecuali kalau sekadar akad nikah.

Tidak disikapi cepat terhadap hal itu, Amrizal meminta kepada walikota untuk mengganti pengurus masjid agar pengelolaan masjid ke depan, sesuai dengan ajaran Islam dan kejadian serupa tidak terulang lagi. (bambang)

sumber: topsatu.com

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *