Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Banjir dan Longsor Hantam Pasaman, Jembatan Putus, PBM Terhenti



Pasaman, fajarsumbar.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasaman sejak dua hari terakhir menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah lokasi. Dua jembatan putus dan proses belajar mengajar di beberapa sekolah terhenti.

Salah satu lokasi banjir terdapat di Kecamatan Rao dan Rao Selatan. Tidak saja merendam sekolah, banjir yang terjadi sejak  Selasa (9/10) sore, juga merusak gedung sekolah. Seperti yang terjadi di SD 04 Padang Aro, Kecamatan Rao.

“Untuk yang terendam banjir, ketinggian air bervariasi sehingga menghambat proses belajar mengajar. Ada juga yang sudah surut, namun tetap tidak bisa belajar, sebab banjir menyisakan lumpur yang begitu tebal,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Ali Yusri.
Tidak hanya fasilitas sekolah, akses jalan menuju beberapa sekolah tersebut juga tergenang air dengan ketinggian beragam.

Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah yang terdampak banjir Rao adalah SMPN 3 Tanjung Betung, SMPN 2 Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan dan SMPN 4 Mapattunggul dan SD 04 Padang Aro. “Itu baru data sementara, masih ada belasan sekolah dasar di Kecamatan Rao Selatan dan Kecamatan Rao yang tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar,” tutup Ali Yusri.

Selain merusak dan menggenangi gedung sekolah, banjir juga meluluhlantakkan beberapa fasilitas umum di dua kecamatan tersebut. Seperti jembatan gantung dan beberapa fasilitas umum lainnya. Ribuan bibit ikan keramba siap panen serta ikan larangan milik masyarakat lepas terseret ban jir. Ini terjadi di Tampang, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping.

“Banyak ikan yang lepas, Pak. Ini jarang sekali terjadi. Mugkin karena hujan di hulu sungai, sehingga debit air melimpah,” kata Deni (38) salah seorang warga sekitar.

Pantauan Singgalang, kejadian naas ini merendam beberapa rumah warga. Selain itu, warga yang hobi memancing tampak memanfaatkan momen ini untuk melepas hobi mereka.

Pada Rabu (10/10), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman masih melakukan pendataan terkait jumlah korban dan kerusakan fasilitas akibat banjir yang cukup parah di Rao dan Rao selatan.

“Saat ini kita sedang mendata bersama Dinas Pekerjaan Umum. Apa saja dampak banjir Selasa sore kemarin, belum bisa kita pastikan,” kata Sekretaris BPBD Pasaman, Yusrizal, Rabu (10/10)
Bahkan, untuk proses bantuan pun, pihak Dinas Sosial juga masih menunggu konfirmasi dari tim BPBD yang tengah turun ke lapangan.

“Untuk saat ini, kita menunggu konfirmasi tim. Meski begitu, untuk bantuan pihaknl kita sudah menyediakan sejumlah barang berupa tenda dan makanan. Na mun untuk penyaluran harus berdasarkan data dari BPBD terlebih dahulu,” kata Kepala Dinas Sosial Pasaman, Efka Emi.

Jalan dan jembatan putus
Tak hanya banjir, longsor pun terjadi pada beberapa titik, terutama di sepanjang jalan lintas antar provinsi di Pasaman yang putus total. Gangguan ini terjadi di jalan Polongan Dua sampai Muara Cubadak Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao. Ada lima titik tanah longsor dan pohon tumbang.

Hingga Rabu (10/10) pagi, jalan lintas ini masih belum bisa dilalui. “Kita masih mengevakuasi material longsor. Mudah-mudahan dapat dilewati secepatnya,” kata Kepala BPBD Pasaman, Masfet Kenedi.

Diakui Masfet, jalan lintas ini putus total akibat longsor dan kayu tumbang yang terjadi Selasa (9/10) malam.

Kondisi jalan ini diperparah dengan terjadinya banjir akibat luapan anak air di sepanjang jalan di Polongan Dua. “Saat ini, kita mengerahkan dua unit alat berat. Siang ini (kemarin red) insya Allah sudah bisa dilalui,” tutup Masfet.

Di Kecamatan Rao dan Rao Selatan, selain merendam belasan sekolah, dua unit fasilitas umum berupa jembatan juga putus.

Satu jembatan berada di Jorong IV Kubu, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan. Kondisi jembatan ini ambruk. Tiang-tiang penyangga tidak lagi tegak lurus. Disinyalir, pondasi jembatan digerus arus sungai. Begitu juga dengan lengan jembatan yang terseret arus sungai.

“Air sungai meluap di luar perkiraan warga. Ini banjir terbesar dalam tahun ini. Biasanya, kalaupun banjir, air tidak pernah sampai menyentuh lengan jembatan,” kata Asrul (45) salah seorang warga sekitar.

Tidak saja itu, luapan sungai Kubu ini juga meratakan lahan pertanian warga. Puluhan hektar sawah tak lagi tampak wujudnya karena ketinggian air. Dipastikan, musim ini tanaman padi bakal gagal panen.

“Itu baru sawah. Ada lagi ladang jagung, bahkan kolam ikan warga. Kami berharap, BPBD Pasamab dapat membantu kami dari segi kebutuhan pokok. Mengingat aktifitas warga lumpuh total.

Selanjutnya jembatan yang putus berada di Lubuk Aro, Padang metinggi, Kecamatan Rao. Sama dengan jembatan Jorong IV Kubu. Jembatan ini juga putus total. Hanya tiang-tiang yang tinggal. Sementara lengan jembatan sudah terseret arus.

 Jembatan ini diketahui juga dimanfaatkan warga untuk ke kebun. Warga yang memanfaatkan jembatan ini setidaknya tersebar di tiga kejorongan. Mulai dari masyarakat Jorong Sumpadang, Sumpadang Baru dan Lubuk Aro. (candra)

sumber: singgalang

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *