Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Dompet Dhuafa Singgalang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aia Gadang, Pasbar

Poto bersama perwakilan masyarakat dengan dompet dhuafa Singgalang.

Pasbar, fajarsumbar.com - Dompet Dhuafa Singgalang beberapa waktu lalu berbagi dengan masyarakat Nagari Aia Gadang Kabupaten Pasaman Barat yang terkena korban banjir.

Dompet Dhuafa Singgalang menerjunkan tim respons bencana untuk menyalurkan bantuan darurat warga berupa Pakaian dan Higienis Kit, serta School Kit serta Peralatan Dapur.

“Tim respons bencana kami terjunkan di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Kab. Pasaman, serta Kab. Pasaman Barat yang merupakan wilayah dengan dampak cukup parah. Hingga tadi malam, Dompet Dhuafa Singgalang bersama Relawan menyalurkan bantuan lebih dari 400 helai Pakaian dan 75 Paket Higienis Kit untuk warga yang terdampak di Jorong Pasir Pintungan, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat,” ujar Bangrul, Relawan Dompet Dhuafa Singgalang yang  berada dilokasi, Minggu (14/10).

Sebelumnya Dompet Dhuafa Singalang telah menyalurkan 203 Paket Pendidikan di Kecamatan Bonjol Kab. Pasaman, 120 paket Pendidikan dan 120 Paket Higienis Kit di Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman, serta 6  Kepala Keluarga yang rumahnya terdampak Banjir Bandang di Lintau Kabupaten Tanah Datar di diberikan Peralatan kebutuhan Dapur seperti Piring, Sendok, Ember.

 “Alhamdulillah Banjir disemua titik sudah surut. Saat ini adalah masa-masa pemulihan oleh warga dan pemerintahan di wilayah terdampak banjir. Dompet Dhuafa Singgalang mengajak semua orang untuk berpartisipasi sesuai kemampuannya membantu warga terdampak banjir di Sumatera Barat yang saat ini membutuhkan uluran tangan bersama,” ujar Bangrul.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Nagari Aia Gadang Asni mengatakan bantuan yang diberikan Dompet Dhuafa Singgalang bagaikan air di kegersangan. Karena bantuan dari pemerintah telah datang beberapa hari.

"Bantuan yang diberikan sangat berguna bagi kami. Karena pakaian kami ikut terbawa oleh banjir. Semua perabot rumah tangga kami belum bisa digunakan karena kotor oleh banjir,"terang Asni.

Ia berharap, sebagai korban banjir kehadiran saudara -saudara ke lokasi bencana menjadi obat bagi korban banjir. Karena rasa cemas dan takut yang dirasakan melihat banjir yang terjadi ditambah air hujan semakin deras.

"Kami tidak hanya membutuhkan bantuan saja, namun dukungan moril juga kami butuhkn. Agar kami kuat,"harap Asni. (andrizal)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *