Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Empat Warga Jepang Diamankan Imigrasi Agam

Kepala Imigrasi Kelas II Agam memperlihatkan foto warga Jepang yang diamankan.

Agam, fajarsumbar.com - Empat warga Jepang diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Agam. Warga Negara Asing (WNA) tidak memiliki izin tinggal.

Keempat warga asing asal Jepang yang diamankan itu masing masing, bernama
Hitshi Kameda, Yuji Samaru, Masahiro Chiba dan Masahiro Hayasi.

Kepala Imigrasi Kelas II Agam, Ezardy Syamsoe didampingi  Kasubsi Wasdakim Kanim Agam, Fajar Adigun dan Riki Hidayat, Staf Wasdakim, mengatakan, keempat WNA itu diamankan petugas disebuah rumah yang dijadikan sebagai kantor PT Raito Afco Water di Kecamatan Lubuk Basung Kabapaten Agam, 23 Oktober 2018 lalu.

Menurut Ezardy, WNA itu diamankan berdasarkan informasi dari kepolisian tentang adanya aktivitas empat WNA disebuah rumah yang dijadikan kantor tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu pihaknya didampingi seorang anggota polres dari unit POA Agam mendatangi lokasi yang dimaksud.

"Saat itulah kita menemukan ke empat WNA asal Jepang itu,"ujarnya.

Selanjutnya petugas langsung melakukan pemeriksaan dokumen berupa Paspor untuk mengecek izin tinggal yang digunakan. Dari hasil pemeriksaan keempat WNA itu masuk ke Indonesia menggunakan visa On Arrival. sementera yang bersangkutan mempunyai aktivitas di Kabupaten Agam dan tinggal di sebuah rumah yang di jadikan kantor perusahaan.

"Karena keempat WNA itu tidak mempunyai visa izin tinggal dan tidak melaporkan keberadaanya di wilayah imigrasi kelas II Agam. sehingga kita langsung mengamankanya kerena melanggar Pasal 71 UU No. 6 tahun 2011, Tentang keimigrasian,"ujar Ezardy.

Ia menjelaskan, keberadaan WNA tersebut di Lubuk Basung dalam rangka berinvestasi dalam bidang air bersih yang siap minum, untuk proyek tersebut mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Mereka masuk ke Indonesia pada awal Oktober lalu. Saat ditangkap sedang mereka memantau dan meninjau lokasi tempat berinvestasi.

"Pemerintah menyambut baik niat investor dari luar untuk berinvestasi di negara kita. Namun tentunya mereka harus mematuhi aturan Keimigrasian di negara kita, mungkin jadi mereka selama ini tidak tahu tentang aturan itu. Seharusnya sponsor atau perusahaan yang mendatangkan WNA itu mengingatkan WNA itu, ulasnya.

Ia menambahkan, akibat melanggar aturan tersebut, maka WNA itu Jum'at (26/10) hari ini akan dideportasi ke negara asalnya Jepang melalui Bandara Soekarno Hatta,  Sedangkan untuk sponsor, Kantor Imigrasi akan memanggil dan memberi peringatan. (as)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *