Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Heboh Foto LGBT Beredar di Medsos, Pemda Pasbar Ambil Sikap

Ilustrasi LBGT

Pasbar, fajarsumbar.com - Foto LGBT beredar di media sosial (Medsos) yang mirip dengan pernikahan sesama jenis di Nagari Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat.  Isu tersebut sempat viral di Medsos hingga ke luar wilayah Pasbar.

Namun, kondisi ini di bantah oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat Syahril, S.H.i.

“Kami telah melakukan pengecekkan. Tidak benar ada pernikahan sejenis atau LGBT di Ujung Gading Kecamatan Lembang Melintang Pasaman Barat," sebut Kepala Kantor Urusan Agama Kemenag Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat, Syahril, S.H.i. ketika dikonfirmasi wartawan Kamis, (11/10).

Menurut dia, yang ada adalah pasangan sejenis memakai pakaian adat berpose, lalu mengunggahnya ke Medsos. Kemudian menjadi heboh dan viral di dunia maya.

Terkait isu tersebut, sebut Syahril, Muspika bersama pihak terkait, telah melakukan rapat dan memverifikasi pada Rabu, (10/10) di Aula Kantor Camat Lembah Melintang.

Dalam rapat untuk memverifikasi tentang adanya informasi perkawinan sejenis antar Suhendri (40 th) sebagai pengantin laki laki
alamat Jorong Lubuk Gadang Nagari Parik Kecamatan Koto Balingka
dengan Irfan(Tuyung) atau Ipeh Sebagai pengantin perempuan
Alamat Pasar lama Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang. Unggahan itu viral dan heboh di Medsos.

Adapun rapat dihadiri, Muspika, Ketua MUI Pasbar beserta rombongan, Kesbang Pol Pasbar, Kepala KUA, Ketua Bamus, Organisasi.
Mujahidin Kepala Jorong , Babinsa 2 (dua) orang, Babinkamtibmas , tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Adapun kronologisnya adalah Dina Salon memposting foto pasangan ini di tempat salonnya dan selanjutnya diposting lagi oleh Dezy Anggraini dan diposting lagi oleh Ucok Habiaran dan sebagainya berkembang hingga ke perantau di luar Sumbar, sehingga meresahkan muspika,para tokoh dan masyarakat.

Komandan Koramil, juga seluruh peserta rapat merasa kesal, kecewa dan prihatin atas kejadian foto yang viral tersebut, membuat kesepakatan antara lain :

1.Menolak LBGT di Kecamatan Lembah Melintang kususnya dan di Pasbar umumnya.

2.Mendesak pemerintah mengeluarkan Perbup mengenai komunitas LGBT.

3. Meninjau surat izin salon yg dikelola LGBT karena diprediksi digunakan juga dengan fungsi lain.

4.Menyepakati tidak melaksanakan kegiatan orgen tunggal dalam bentuk apapun pada malam hari.

5.Melarang LGBT berpakaian wanita.

6.Menindak pelaku sesuai proses hukum karena menyalahgunakan pakaian adat.

7.Memberikan perlindungan pada yang memposting photo sebab karena merekalah, LGBT ini dapat disikapi Pemerintah Kecamatan.

8. Meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk memproses masalah tersebut dalam waktu yang sesingkat singkatnya.

Sementara itu, Kepala Kesbang Pol Pemkab Pasaman Barat Hendra, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis, (11/10), membenarkan telah menyikapi kasus tersebut dengan menggelar rapat di kantor camat Lembah Melintang, Rabu (10/10).

Ke depan dia, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pimpinan) membuat peraturan khusus tentang Perda maraknya fenomena LGBT yang sudah meresahkan di Kabupaten Pasaman Barat.

“Dengan adanya Perda tersebut akan meminimalisir maraknya fenomena LGBT di Pasbar,” sebut dia.

Sementara menurut Ketua Bidang Fatwa Hukum dan Perundang-Undangan MUI Kabupaten Pasaman Barat Dr. Zawil Huda, dengan maraknya LGBT jangan sampai memancing azab Allah SWT turun ke Pasbar seperti daerah lainnya di tanah air.

Oleh karena itu, MUI bersama pemerintah daerah akan terus berupaya meminimalisir keberadaan dan ruang gerak LGBT di Pasaman Barat. (andrizal)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *