Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Kapolres Pasbar Musnahkan 10 Kilogram Ganja


Pasbar fajarsumbar.com - Sebanyak  10 kilogram ganja kering siap edar yang berhasil ditangkap beberapa waktu lalu, oleh jajaran Satnarkoba Polres Pasaman Barat  dimusnahkan.

Ganja tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar, disaksikan langsung oleh tersangka, pewakilan kejaksaan dan Pengadilan Negeri Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso mengatakan, aksi perang terhadap narkoba di Pasaman Barat terus berlangsung.  Sepuluh kilogram ganja kering itu merupakan hasil pengungkapan dua kasus berbeda di Pasaman Barat dalam bulan Oktober ini.

"Dua kilogram ganja merupakan barang bukti milik tersangka BU,  warga Jorong Merdeka Kecamatan Talamau di awal Oktober kemarin. Saat ditangkap tersangak BU mengaku ganja itu akan dia  jual di sekitar Kecamatan Talamau,"terang Polres AKBP Iman Pribadi Santoso.

Ia menambahkan, delapan kilogram barang bukti lainnya merupakan milik tersangka BY warga Kabupaten Madina. Ia berhasil ditangkap petugas saat hendak mengantarkan ganja ke Pasaman Barat di sekitar wilayah Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau pada 12  Oktober lalu.

 Setelah melengkapi berkas dan proses untuk persidangan, petugas langsung memusnahkan barang bukti. Agar tidak disalahgunakan, karena jumlah barang bukti cukup banyak. Pemusnahan barang bukti itu sebagai wujud nyata kepolisian perang terhadap narkoba.

AKBP Iman Pribadi Santoso mengatakan satu dari dua tersangka ini merupakan perempuan, asal Kabupaten Madina. Tersangka ditangkap petugas karena terbukti membawa ganja kering siap edar seberat 8 kilogram yang akan diedarkan di wilayah Pasaman Barat.

 "Akibat perbuatannya kedua tersangka di jerat dengan Undang-Undang Narkotika nomor 30 pasal 11 junto pasal 4 dengan ancaman hukuman sekitar 5 tahun hingga 20  tahun kurungan penjara. Pengungkapan kasus ini merupakan peran aktif masyarakat yang melaporkan adanya aksi peredaran narkoba di Pasaman Barat. Sebab setiap waktu modus dan cara yang digunakan pengedar cukup inovatif. Salah satunya melibatkan perempuan dan anak-anak untuk mengelabui petugas, sehingga kepolisian meminta masyarakat tetap waspada dan selektif dengan orang baru,"jelas AKBP Iman Pribadi Santoso. (Andrizal)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *