Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

MTQ Nasional ke-38 Tingkat Kota Padang Ditutup, Koto Tangah Kembali Rebut Juara Umum

Staf Ahli Walikota Padang, Dian Fikhri didampingi Ketua DPRD Padang serta lainnya menyerahkan piala bergilir MTQ kepada Camat Koto Tangah, Syahrul yang kafilahnya meraih juara umum MTQ ke-38 tingkat Kota Padang, Minggu (28/10) malam. (humas)

Padang, fajarsumbar.com - Kafilah Koto Tangah tampil sebagai juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-38 tingkat Kota Padang yang ditutup, Minggu  (28/10) malam di Padang Timur.

Kafilah Koto Tangah berhasil menempati posisi puncak setelah menyingkir pesaing terdekatnya Kuranji dan Padang Barat. Sebelumnya pada MTQ ke-37 yang dituan rumahi Lubuk Begalung, Kuranji berhasil meraih posisi puncak.

Kini Kuranji terpaksa mengakui keunggulan kafilah Koto Tangah dan berada di posisi kedua. Sementara di urutan ketiga diraih Padang Barat.

“Alhamdulillah kafilah Koto Tangah kembali meraih juara umum, yang sebelumnya sempat di-’pinjamkan’ juara umumnya ke Kuranji pada MTQ ke-37 lalu,” ujar Camat Koto Tangah, Syahrul yang didampingi Sekcam Maghdalena, Kepala KUA, Zulkifli dan Koordinator Pelatih, Suhardi kepada, Senin (29/10).

Sebagaimana janji camat, bagi mereka yang berprestasi dan meraih juara I, II dan III diberikan bonus. Janji tersebut kemudian ditepatinya. Senin (29/10) di aula kantor camat tersebut camat menyerahkan bonus secara simbolis kepada para juara.

Bonus tersebut dicairkan melalui rekening masing-masing para pemenang, sebab semua transaksi keuangan non tunai. Besar bonus yang diberikan untuk juara I, diberikan bonus Rp800 ribu, peringkat II (Rp550 ribu) dan posisi ketiga Rp400 ribu. Total bonus yang dicairkan Rp15,2 juta.

Diakui Syahrul Koto Tangah adalah gudangnya para qori dan qoriah. Hal itu diakui, pada MTQ ke-36 Koto Tangah selalu juara umum. Tapi pada MTQ ke-37 yang dituanrumahi Kecamatan Lubuk Begalung, prestasi Koto Tangah melorot, juara umum diraih Kuranji.
“Saya sempat berseloroh sama Camat Kuranji, Rachmadenny Dewi Putri, pada MTQ ke-37 juara umumnya saya ‘pinjamkan’ kepada Kuranji pada MTQ ke-38 nanti saya ambil kembali,” ujarnya.

Setelah berhasil meraih juara, piala juara umumnya diarak dari mimbar utama, Padang Timur menuju Koto Tangah. Arak-arakan yang diiringi beberapa kendaraan tersebut dikawal mobil voorijder, sehingga suasana itu lebih meriah.

Keberhasilan itu, tambah Syahrul tidak lepas dari kerja keras semua pihak, pelatih, KUA, dan unsur terkait lainnya. Sebab tanpa adanya kerja keras, semuanya tidak akan berhasil.

“Saya mengucapkan teri ma kasih kepada seluruhnya tanpa saya sebutkan satu persatu, sebab tanpa dukungannya baik moril maupun materil sudah dipastikan Koto Tangah tidak akan meraih juara umum,” tambahnya.

Sebelumnya, pada penutupan MTQ tersebut, hadiah spontan berupa uang tunai dari dermawan Herman Nawas dan Sengaja Budi Syukur  Rp79 juta dibagikan kepada qori dan qoriah juara I masing-masing cabang lomba. Hal ini sebagai apresiasi atas prestasi qori dan qoriah sekaligus menjadi motivasi untuk yang lain.

Penyerahan bonus kepada qori berprestasi
Walikota Padang diwakili Staf Ahli Dian Fakhri saat penutupan MTQ tersebut mengatakan, penyelenggaraan MTQ kali ini berjalan lancar.  Sukses menghadirkan sesuatu yang berbeda sejak acara pembukaan. Tetapi tidak mengurangi semangat syiar Islam yang menjadi tujuan kegiatan ini.

"Kita apresiasi penyelanggaraan MTQ Kota Padang di Kecamatan Padang Timur yang sukses dan berjalan lancar serta menghadirkan hal-hal yang berbeda," katanya.

 Ia berharap dari ajang MTQ tingkat Kota Padang melahirkan qori-qoriah terbaik nantinya akan menjadi utusan Kota Padang pada MTQ tingkat Sumatera Barat dan nasional. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *