Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Polres Bukittinggi Bekuk Dua Pengedar Narkoba


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Satres Narkoba Polres Bukittinggi membekuk dua terduga pengedar narkoba jenis ganja di dua lokasi berbeda, Sabtu dan Minggu kemarin.

Keduanya masing berinisial, EA, alias L (36) warga yang tinggal di Jorong Tabek Panjang Nagari Tabek Panjang Baso, dan BLA, alias B (36) warga yang tinggal di Sawah Lurah, Jorong Kubang Duo Koto Panjang Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Candung Agam.

Kasat Narkoba Polres Bukittinggi AKP Pradipta Putra Pratama didampingi KBO Narkoba, Iptu Rosminarti  mengatakan, EA ditangkap petugas di rumahnya sekitar pukul 19.30 wib, Sabtu (20/10) malam.

Saat penangkapan petugas menemukan barang bukti ganja kering siap edar yang terbukus dalam plastik warna hitam, disembunyikanya di dalam mesin cuci.

Selain ganja, dalam plastik itu putus juga mememukan satu buah timbangan digital merk.constant, 1 buah kaca pirek, plastik-plastik klep dan pipet-pipet kecil, dan 1 buah Hp warna putih merk cerry.

Kepada petugas EA mengakui barang bukti yang ditemukan itu miliknya.

Sementara BLA ditangkap petugas di sebuah rumah di Sawah Lurah Jorong Kubang Dui Koto Panjang Nagari Simpang Bukik sekitar pukul 01.00 WIB Minggu (21/10) malam.

Saat ditangkap petugas menemukan 9 paket narkoba jenis ganja yang ditarok di ruangan tamu rumahnya, kemudian didalam dompetnya juga ditemukan 1 buah bong dan 1 buah kaca pirek yg telah kosong.

Menurut Pradipta, kedua tersangka ditangkap petugas berawal dari informasi ada dugaan transaksi narkoba yang disampaikan masyarakat kepada petugas.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan penangkapan, "Saat penangkapan itulah kita menemukan sejumlah barang bukti narkoba jenis ganja tersebut," ujarnya.

Para tersangka juga mengakui bahwa barang bukti yang ditemukan itu miliknya. Kemudian petugas langsung membawa tersangka bersama barang buktinya ke mapolres Bukittinggi guna menjalani proses lebih lanjut.

"Kedua tersangka akan dijerat dengan  pasal 114 jo 111  UU No.35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,"tegasnya. (as)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *