Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Targetkan Penilaian Excellent Sumbar Kebut Perbaikan Jalan yang Dilewati TdS 2018

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit didamping Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian memberikan keterangan kepada awak media usai Rakor Finalisasi TdS 2018 di Hotel Bumiminang, Kamis (25/10). (Melati)

Padang, fajarsumbar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) terus mengebut perbaikan jalan untuk penyelenggaraan balap sepeda tingkat dunia Tour de Singkarak (TdS) 2018. Ditargetkan hingga akhir Oktober seluruh jalan yang bakal dilewati pebalap sepeda telah diperbaiki.

"Persiapan kita sudah mencapai 95 persen. Akan tetapi masih ada ruas jalan yang butuh diperbaiki salah satunya memastikan ruas jalan Solok Selatan yang dilalui balapan kembali mulus," ucap  Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat rapat finalisasi TdS di Hotel Bumiminang, Kamis (25/10).

Untuk itu, Nasrul Abit, meminta enam hari sebelum penyelengaraan TdS, Balai Jalan dan Dinas PU untuk segera berkoordinasi dalam menuntaskan perbaikan jalan untuk kelancaran pebalap.

Pemprov Sumbar memang menenteng beban berat untuk memperbaiki kualitas penyelenggeraan Tour de Singkarak 2018. Tahun 2017 lalu, Uni Sepeda Internasional (UCI) memberikan penilaian 'Good' atas penyelenggaraan Tour de Singkarak. Predikat ini masih di bawah raihan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur yang meraih titel 'Excellent' atas penyelenggaraan Tour de Ijen.


Sejumlah catatan evaluasi yang harus diperbaiki tahun ini adalah pelayanan kontinen, detail acara, dan rangkaian penyelenggaraan di lapangan oleh EO. Wakil Gubernur juga meminta daerah yang tidak dilalui rute balapan untuk ikut membantu kesuksesan acara. Misalnya Kabupaten Padang Pariaman yang dilalui pembalap meski statusnya bukan tuan rumah.

"Kita juga koordinasi dengan PT KAI terkait perlintasan kereta. Juga soal penutupan jalan. Jangan sampai masyarakat resah karena lama menunggu dijalan karena ketika pebalap lewat jalan pasti ditutup," kata Nasrul.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Multi Kultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, menyampaikan dukungannya untuk penyelenggaraan Tour de Singkarak. Ia mengungkapkan bahwa Tour de Singkarak merupakan salah satu agenda wisata yang masuk dalam Top 100 Event di Indonesia.

"Apalagi, ajang TdS ini selalu mengenalkan konten budaya dan kuliner lokal. Untuk itu, kami harapkan ajang ini dapat terus dipertahankan, terutama dari segi ekonomi daerah juga berdampak positif bagi daerahnya," katanya.

Tour de Singkarak yang akan berlangsung pada 4-11 November 2018, diikuti oleh 15 tim balap dari luar negeri dan 5 tim nasional. Total ada 26 negara yang terlibat dalam penyelenggaraan ajang balap sepeda yang sudah kesepuluh kalinya digelar di Sumatra Barat ini. (Melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *