Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Tempuh Jalur Laut, Relawan Ini Pertaruhkan Nyawa Demi Antar Bantuan


Pasbar, fajarsumbar - Aliansi Masyarakat Peduli Pasaman Barat akhirnya dapat menyalurkan bantuan ke dua daerah terisolasi Pasaman Barat, yakni Sikilang dan Sikabau. Meski harus menempuh perjalanan laut.

Relawan Aliansi Masyarakat Peduli Pasaman Barat, Amir Laskar Mujahidin menerangkan, sejak Jumat (12/10). Telah berupaya untuk sampai ke dua daerah tersebut, namun relawan harus melalui berbagai tantangan medan yang berat jika jalur darat.

Karena bantuan ini tidak mungkin di estafet kan jika jalur darat. Sehingga  berinisiatif harus tempuh jalur laut meski medannya lebih ekstrim, yakni gelombang laut yang tinggi dan angin kencang. "Jika asal-asalan kita bisa tidak sampai ke lokasi tujuan dan nyawa yang menjadi taruhan," ucapnya.

Diakui Amir, sasarannya memang daerah yang belum dijangkau oleh relawan lain, dan memprioritaskan daerah seperti itu.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Pasaman Barat, Decky H Sahputra mengatakan, relawan berangkat dari Pantai Sasak, Senin (15/10) siang menuju Sikilang dan Sikabau membawa bantuan logistik, menggunakan Perahu nelayan jenis payang yang bermuatan 8 orang dengan kapasitas angkut 1 ton.

Menurut Decky, penggunaan Perahu nelayan tidak lain karena memang sulitnya mencari transportasi kapal lain di Pasaman Barat. Akhirnya, mereka memutuskan menggunakan perahu nelayan agar bantuan bisa segera tersampaikan.

"Akhirnya kami putuskan secepatnya untuk berangkat mengantarkan logistik dari sasak menggunakan perahu nelayan yang bisa kami gunakan," kata Decky, Rabu (17/10).

Kabar yang didapat saat itu, warga sikilang sangat membutuhkan bantuan makanan, sebab daerah tersebut sangat jauh dari akses pembangunan, memang benar-benar daerah terisolir. Selain itu, komunikasi lewat via selular pun sangat susah, ditambah bantuan dari pemerintahan daerah tak kunjung sampai, seolah daerah ini dilupakan.

Setelah sampainya di sana relawan menurunkan sebagian bantuan logistik di Sikilang, selanjutnya  menuju Sikabau. Namun, di tengah perjalanan ombak yang begitu besar dan angin yang kencang ditambah derasnya air hujan memaksa relawan harus kembali ke Sikilang.

"Akhirnya bantuan itu kami serahkan sepenuhnya buat warga Sikilang, lalu kami kembali ke sasak meski badai akan menghadang di tengah laut. Berkat yakin dan berserah diri kepada sang pencipta, kami bisa sampai dengan selamat ketempat awal," ungkap Decky.

Ditempat yang sama, Relawan Ahsan, Amir Safar yang bekerjasama dengan Aliansi Masyarakat Peduli Pasaman Barat dalam penyaluran bantuan menambahkan. "Alhamdulillah, tadi pagi akhirnya ada solusi, Rabu (17/10) kami berhasil negosiasi dengan salah seorang pemilik kapal yang lebih besar di air bangis. Untuk membantu mengangkut bantuan untuk masyarakat sikabau," ujar Safar.

Meski kapal tidak bisa merapat ke pantai Sikabau, warga Sikabau membantu menjemput bantuan ke tengah lautan menggunakan perahu tradisional milik warga setempet. Sedikit demi sedikit bantuan di estafet kan menggunakan perahu nelayan.

"Besok kita berencana mengantarkan bantuan ke lubuk gobing di kecamatan Ranah batahan," ungkapnya. (Irf)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *