Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

BPNB Sumbar Seminarkan Budaya Minangkabau

Kepala BPNB Sumbar, Suarman menyerahan cendra mata kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Melfi Abra saat Seminar Revitalisasi Budaya Minangkabau, Selasa (27/11) di Balai Sidang Bung Hatta Bukittinggi. (a.r.rizal)




Bukittinggi, fajarsumbar.com - Badan Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat menggelar seminar budaya Minangkabau. Seminar yang dimulai Selasa (27/11) di Balai Sidang Bung Hatta Bukittinggi ini merupakan bagian dari kegiatan Silek Arts Festival yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah platform Indonesiana.

Kepala BPNB Sumbar, Suarman menyebutkan arti penting revitalisasi budaya Minangkabau. Menurutnya, budaya merupakan kekayaan Indonesia. Pengembangan kebudayaan akan menjadi kunci kemajuan Indonesia.

Kekayaan budaya Indonesia sudah diakui oleh lembaga dunia, Unesco. Unesco menjuluki Indonesia dengan negara adibudaya dunia. Hal itu karena Indonesia memiliki keragaman budaya yang tak dimiliki bangsa lainnya di dunia.

Budaya juga bisa menjadi deposit masa depan. Budaya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Suarman menyontohkan bagaimana Bukittinggi bisa maju di bidang pariwisata. Nilai jual pariwisata Bukittinggi adalah pada budayanya.

Pengembangan budaya menurut Suarman menjadi sesuatu yang sangat penting. Hal itu karena adanya kenyataan nilai budaya itu semakin punah di tengah masyarakat.

Untuk pengembangan budaya, Suarman menekankan agar ada ekosistem budaya. Ekosistem budaya adalah tata kelola budaya yang sinergis dan melibatkan semua elemen. "Selama ini kita sudah bekerja untuk budaya, tapi belum bekerja sama," tambah Suarman.

Suarman juga menekankan agar eskosistem pengembangan budaya tetap memperhatikan akar budaya. Di Minangkabau, akar budaya itu adalah agama.

Suarman juga mengharapkan masyarakat tak lagi memandang remeh budaya. "Insan budaya jangan lagi dipandang sebelah mata. Insan budaya ini yang memajukan budaya. Dengan budaya kita bisa maju. Minimal sejahtera," ujar Suarman.

Seminar Revitalisasi Budaya Minangkabau dilaksanakan selama tiga hari, 27-29 November. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari sejumlah intansi, praktisi, budayawan, dan akademisi. Pembicara di seminar ini adalah sejumlah pakar, termasuk dari LKAAM Sumbar. (arizal)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *