Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Cegah Luapan Batang Tapan, Pemkab Pessel Bangun Tanggul Darurat

Kondisi luapan Batang Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu,Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (2/11)

Pessel, fajarsumbar.com - Guna mencegah agar luapan sungai tidak meluas, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bakal menutup aliran baru Batang Tapan.

Kepala Dinas Pengelolaan dan Sumber Daya Air (PSDA), Doni Guzrizal di Painan, Jumat (2/11) menyampaikan penutupan itu sebagai upaya tanggap darurat, dampak luapan dapat dicegah.

"Jadi, penyebabnya tanggul yang untuk rencana alur baru Batang Tapan itu yang jebol," ungkap Doni pada fajarsumbar.com di Painan.

Seperti diberitakan fajarsumbar.com, Batang Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada Jumat dinihari, 2 November 2018 kembali meluap.

Akibanya, Nagari Binjai di kecamatan itu direndam banjir mencapai 1,5 meter. Banjir mengganggu lalu lintas dari arah Painan menuju Lunang dan Lunang menuju Painan.

Pendangkalan sungai telah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Kondisi itu kian diperparah dengan curah hujan yang sangat tinggi sehari sebelum peristiwa terjadi.

Penutupan itu, lanjutnya, merupakan upaya tanggap darurat dari pemerintah kabupaten. Sebab, tanggul yang dibuat pemerintah provinsi untuk aliran baru Batang Tapan telah jebol. "Ini sifatnya hanya sementara. Nanti kami akan mengerahkan seluruh alat berat milik pemerintah daerah," tutur dia.

Sedangkan untuk pembuatan tanggul secara permanen, Pemkab Pessel bakal membahas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Sebab, anggaran pembuatan tanggul permanen cukup besar. Apalagi, upaya pembuatan tanggul dilakukan di empat anak sungai di Kecamatan Ranah Ampek Hulu.

Pembuatan tanggul juga sejalan dengan mormalisasi keempat anak sungai yang mengaliri Batang Tapan. "Saat ini kami baruenggunakan dana tanggap darurat saja," sebutnya.

Sementara untuk normalisasi Batang Tapan secara keseluruhan, ia mengaku dalam waktu dekat membicarakannya dengan pihak provinsi.

Selain kewenangan pemerintahprovinsi, normalisasi Batang Tapan juga butuh dana cukup besar. Hal itu mengingat panjang daerah aliran sungai yang mencapai 30 Kilometer.

Bahkan, berdasarkan estimasi dananya bisa memcapai Rp20 miliar. "Mudah-mudahan bisa cepat direspon dari pemerintah provinsi. Karena ini tentu sangat kita butuhkan," tutupnya. (tsf)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *