Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Jenazah Fauzan Azima Korban Lion Air JT-610 di Makamkan di Lima Puluh Kota

Prosesi pemakaman Fauzan Azima di Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (4/11/2018). (ist)

Lima Puluh Kota, fajarsumbar.com - Jenazah Fauzan Azima (25), korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, dimakamkan di pemakaman keluarga Balai Mansiro, Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Minggu siang, 4 November 2018.

Ribuan pelayat menghadiri pemakaman Fauzan. Jenazah almarhum tiba dari Bandara Internasional Minangkabau ke rumah duka, sekira pukul 10.15 WIB. Orangtua, keluarga besar hingga kerabat almarhum, tampak tak kuasa menahan sedih. Suasana haru pun menyambut kedatangan jenazah dan proses pemakaman.

Fauzan yang semasa hidupnya bekerja sebagai pegawai konsultan jasa penilai publik di Jakarta itu, dikenal sebagai orang yang rajin. Bahkan. dia sudah menjadi andalan di perusahaan tempatnya bekerja.

“Fauzan merupakan karyawan yang bertugas sebagai penilai properti dan telah bekerja selama 3,5 tahun. Selama menjadi karyawan, ia dikenal sosok yang rajin dan andalan di perusahaan," kata Managing Partner Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Satriawan Iskandar.

Dia melanjutkan, "Sehari-hari kebiasaan di kantor Fauzan itu rajin dan suka bekerja lembur hingga larut malam, mungkin karena masih bujangan ya. Anaknya jujur, baik, dan andalan di kantor," tambahnya.

Satriawan menjelaskan, keberangkatan almarhum ke Pangkalpinang menggunakan pesawat Lion Air JT-610 untuk menjalankan tugas. Rencananya, selama di sana, Fauzan akan melakukan penilaian properti aset Pertamina dan dijadwalkan akan kembali ke Jakarta malam harinya.

"Ke sana itu dia ada pekerjaan, menilai aset Pertamina kebetulan Fauzan penilai properti, jadi objek yang mau dinilai properti aset Pertamina. Dia hanya sendirian pergi," ujarnya.

Di rumah duka, terlihat banyak pejabat daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang menyempatkan hadir untuk mengantarkan Fauzan Azima ke peristirahatan terakhirnya. Sebuah liang terlihat sudah digali masyarakat tepat didepan rumah fauzan yang hanya berjarak 10 meter.

Saat peti jenazah Fauzan Azima diangkat dari mobil ambulance, telihat ibunda Fauzan, Mariati tidak berhenti menangis meratapi kepergian anaknya, yang berencana akan menikah pada bulan Januari 2019.  Suasana duka semakin terasa, banyak pelayat yang juga masyarakat Balai Mansiro ini meneteskan air mata.

Ayah Fauzan Azima, Amir  mencoba menenangkan istrinya, dalam keadaan bersedih, dia mencoba menahan air mata dan tetap tegar menerima keadaan ini. Tersirat di mata, penjual martabak di Pasar Simalanggang ini, ia begitu kehilangan anak yang sangat dibanggakan.

Gema kalimat tauhid menandai peti diangkatnya jenazah Fauzan Azima ke depan rumah duka. Di sana sudah terletak sebuah meja beralas kain batik sebagai letak peti jenazah. Tanpa memperlama waktu, pihak keluarga pun memulai prosesi pemakaman.

Kakek Fauzan, Datuak Batang membuka acara prosesi penakaman dengan kata sambutan dari pihak keluarga. Dirinya meminta maaf dan doa kepada seluruh masyarakat untuk kelancaran Fauzan menghadap Allah SWT.

"Saya sebagai kakek Fauzan meminta maaf dan doa sebanyak mungkin. Selama masa hidupnya pasti ada kesalahan dan khilaf, mohon dimaafkan segala perbuatannya, sehingga arwahnya tenang di alam sana,” ujarnya menahan air mata.

Bupati Limapuluh Kota. Irfendi Arbi yang juga turut hadir mengikuti prosesi menyampaikan rasa duka yang mendalam. Selama lima hari orang tua Fauzan di Jakarta, dirinya mengaku turut mendampingi.

“Dua kali saya temui orang tua Fauzan. Di sana saya melihat ketegaran dan keikhlasan Pak Amir dan Buk Mariati," tambahnya.

Saat berada di Jakarta ini, Irfendi Arbi mengaku, sudah mengetahui bahwa Fauzan Azima sudah menetapkan tanggal hari pernikahannya dengan seorang gadis yang ditemui di Jakarta selama dia bekerja di sana.

Calon istri Fauzan itu terlihat duduk disamping adik Fauzan, Fadlan saat keluarga menunggu kabar Fauzan di hotel Ibis Cakung, Jakarta. Gadis itu menangis, dan pada saat itulah saya meneteskan air mata dan mencoba membuat gadis ini untuk tegar.

Bulan Januari 2019 nanti sambung Irfendi Arbi, merupakan momen pernikahan mereka, dan betapa sedihnya gadis itu untuk menerima keadaan ini.

Usai mendengar sambutan Bupati Limapuluh Kota, Jenazah Fauzan Azima dibawa ke Masjid Jamik Balai Mansiro pukul 10.38 WIB untuk dishalatkan yang berjarak 300 meter dari rumah almarhum. Gema tauhid kembali bergema sepanjang jalan dari mulut para pelayat, hingga berakhirnya prosesi pemakaman.(gn)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *