Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Masyarakat Harus Selektif Minum Air Isi Ulang, Ini Pesan DKK Padang

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, Devitra Wiguna SKM., didampingi Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesjaar, Guswenny, SKM., foto bersama dengan peserta pelatihan hygiene dan sanitasi DAM bagi pengelola/operator se-Kota Padang, 27 - 30 November di Hotel Rangkayo Basa, Jumat (30/11). 

Padang, fajarsumbar.com - Masyarakat diimbau untuk selektif memilih air minum isi ulang, khususnya dari olahan depot. Bila perlu, konsumen memerhatikan striker hijau, menandakan depot air minum (DAM) tersebut, mengantongi izin dari dinas terkait.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Ferimulyani Hamid, M.Biomed., diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Devitra Wiguna di sela-sela penutupan pelatihan hygiene dan sanitasi DAM bagi pengelola/operator se-Kota Padang, 27 - 30 November di Hotel Rangkayo Basa, Jumat (30/11).

Disebutkan, bila sebuah depot air minum telah mengantongi striker hijau, berarti DAM telah lulus uji bakteriologis dan kimia, yang diuji Labor Kesehatan Daerah Provinsi dan Dinas Kesehatan Kota.
Selain itu, ini juga menjawab dan menjabarkan Permenkes RI No. 736 Tahun 2010. Dimana, ini pun menunjukkan laik atau tidaknya sebuah DAM.

"Kemudian, pengelola depot harus melakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala," tegas Devitra diamini Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesjaar, Guswenny, SKM.

Ditambahkan, air sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu, perlu diperhatikan sumber air yang baik sebagai bahan baku depot air minum.

Di samping itu, perlu diperhatikan aspek fisik, bakteri dan kimia air. Kemudian, pentingnya pemeliharaan air. Sebab, air minum berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh dan fisiologi tubuh, menunjang pengeluaran keringat, air mata, air seni, tinja dan uap pernafasan.

"Air juga berfungsi melarutkan dan mengolah sari makan, agar mudah dicerna oleh tubuh," timpal Guswenny.

Karena itu, konsumen dalam hal ini masyarakat, diajak untuk memilih depot air minum yang higiene dan sanitasi. Maksudnya, DAM yang telah memenuhi persyaratan sesuai aturan dan ketentuan ditetapkan pemerintah.

Pelatihan kali ini diikuti 38 peserta yang berasal dari pengelola DAM, operator, petugas sanitarian dari wilayah Puskesmas Andalas, Belimbing, Kuranji, Pauh dan Padang Pasir.

Terbentuk
Lewat pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kota Padang, berhasil memfasilitasi untuk membentuk Asosiasi DAM Kota Padang. Asosiasi terpilih dengan Ketua H. Menhendri, Pemimpin Mairo. (yz)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *