Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Padang Maksimalkan Gerakan Didikan Subuh Berbasis Pramuka

Walikota Mahyeldi Ansharullah didampingi Kabag Kesra, Jamilus menyerahkan peralatan peserta kursus orientasi dan keterampilan kepramukaan bagi guru-guru TPQ/TQA/MDT se-Kota Padang di Masjid Agung Nurul Iman, Selasa (6/11).

Padang, fajarsumbar.com
- Setelah dilaunching mensinergikan didikan subuh berbasis gerakan pramuka beberapa waktu lalu di Kota Padang, kini pemerintah kota terus memaksimalkan kegiatan itu untuk membentuk karakter generasi muda ke depan.

Salah satunya dengan mengadakan kursus orientasi dan keterampilan kepramukaan bagi guru-guru TPQ/TQA/MDT se-Kota Padang di Masjid Agung Nurul Iman, Padang, Selasa-Sabtu (5-10/11).

Pesertanya utusan guru mengaji dari 11 kecamatan sebanyak 105 orang. "Pemko terus berupaya membentuk generasi muda berkarakter serta beriman. Salah satunya dengan mensinergikan didikan subuh dengan gerakan pramuka," jelas Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Selasa (6/11).

Walikota menjelaskan hal itu saat membuka kegiatan kursus orientasi dan keteramplan kepramukaan bagi guru-guru TPQ/TQA/MDT se-Kota Padang di Masjid Agung Nurul Iman. Hadir pada kesempatan itu Ka. Kwarcab yang diwakili Pengurus Harian, Maigus Nasir dan beberapa pengurus pramuka lainnya.

Menurut Mahyeldi, biasanya didikan subuh tersebut hanya dilaksanakan di masjid dan mushalla dan berada di dalam ruangan. Tapi dalam membentuk generasi berkarakter dan beriman tersebut Pemko mencobat berinovasi, tapi tidak keluar dari koridor yang telah ditentukan.

"Pemko mencoba memadukan didikan subuh berbasis pramuka, mengkombinasikan pemahaman keagamaan melalui kegiatan kepramukaan khususnya bagi murid-murid SD sederajat di kota ini," tambahnya.

Gerakan didikan subuh berbasis kepramukaan itu telah dilaunching oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault di Masjid Agung Nurul Iman, Februari lalu.

Program didikan subuh berbasis pramuka, memanfaatkan pola kegiatan pramuka, tapi kontennya didikan subuh. Seperti contoh, pada kegiatan pramuka ada tepuk pramuka, tapi dalam hal ini mengadakan tepuk anak soleh dan lainnya. Sebagaimana dalam pelaksanaannya akan dilakukan 'out door' yaitu di luar masjid atau mushalla.

Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Padang, Maigus Nasir mensinergikan pelaksanaan didikan subuh dan kepramukaan sangat bagus. Didikan subuh ditambah dengan belajar di alam terbuka seperti yang dilaksanakan anggota pramuka.

Sedangkan Kebag Kesra Setko Padang, Jamilus menyebutkan kursus orientasi dan keterampilan kepramukaan bagi guru-guru TPQ/TQA/MDT se-Kota Padang itu diikuti 105 peserta yang merupakan utusan dari 11 kecamatan. "Tahun ini hanya pesertanya 105 orang, pada anggaran 2019 kita coba lagi sebanyak ini," tambahnya.

Pada kursus orientasi dan keterampilan pramuka tersebut, para peserta dilatih 8 instruktur. Materinya mengenal UU AD/ART gerakan pramuka, pengembangan budaya dan karakter bangsa, gurimdam 12, simulasi-simulasi. "Pada kursus ini, terori 40 persen dan praktek 60 persen," ujar Darmalis salah seorang instuktur tersebut. (andri)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *