Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Pasbar Banjir dan Melanda 6 Kecamatan


Pasbar, fajarsumbar.com - Kabupaten Pasaman Barat banjir lagi dan melanda 6 kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di wilayah penghasil sawit tersebut. Satu orang dinyatakan tewas karena terseret arus bah Batang Lapu pegambiran Kecamatan Koto Balingka.

Data dari BPBD Kabupaten Pasbar ada 6 kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Kinali, Kecamatan Pasaman, Kecamatan Talamau longsor di lima titik, Kecamatan Lembah Melintang banjir dan warga terpaksa mengungsi. Kecamatan Ranah Batahan banjir dan Kecamatan Koto Balingka. Satu orang anak usia 10 tahun dinyatakan meninggal dunia setelah Kamis (8/11) siang ditemukan tidak bernyawa.

Menurut Bupati Syahiran banjir yang terjadi kali ini memang tidak separah yang terjadi pada Oktober lalu. Banjir yang terjadi pada Oktober lalu melanda seluruh kecamatan yang ada di Pasbar.

"Banjir yang terjadi di awal bulan ini melanda 6 kecamatan. Ke enam kecamatan tersebut memang sudah biasa disinggahi oleh banjir,"kata Syahiran.

Banjir mulai terjadi pada malam Rabu (7/11) hingga Kamis (8/11) dengan menelan satu korban. Akibat intensitas hujan yang tinggi dari siang hari hingga malam, meluapnya sebagian air sungai besar di Pasaman Barat yang mengakibatkan beberapa rumah terendam dan akses jalan sempat terputus.

"Masyarakat yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke rumah tetangga dan keluarga,"jelas Syahiran.

Menurut Kepala BPBD Pasbar Tri Wahluyo akibat banjir yang melanda Pasbar dari Rabu sore hingga Kamis membuat 5 unit rumah masyarakat rusak. Sedangkan jalan provinsi dari Simpang Empat-Panti terputus hingga Kamis (8/11).

"Jalan Simpang Empat-Panti sempat terputus akibat longsor di Rimbo Kejahatan. Saat ini petugas sedang membersihkan  material longsor.Jalan Simpang Empat -Sumut juga sempat terputus karena Sungai Batang Saman Meluap, namun siang Kamisnya sudah bisa dilewati,"kata Tri Wahluyo.

Ia menambahkan, korban banjir yang melanda 6 kecamatan tersebut saat ini membutuhkan Family kit, Higiene kit, School kit, Sembako dan Obat obatan.

Sementara itu, Korban hanyut, Ahmad Arpikan (10) yang terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, ditemukan meninggal mengapung sekitar 600 meter dari lokasi awal korban mandi-mandi.

"Korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal," kata Camat Parit Koto Balingka, Hamulian, Kamis (8/11)

Ia mengatakan saat ditemukan kondisi korban meninggal dunia dan tubuhnya mengalami luka-luka.

"Ada sejumlah luka ditubuh korban diantaranya di tangan dan kepala korban. Kemungkinan terhempas kebatu," ujarnya.

Ia menjelaskan penamuan korban berawal ketika tim gabungan melanjutkan pencarian terhadap korban pada Kamis (8/11) pagi.

Saat tim dari BPBD, SAR, kepolisian, TNI dan masyarakat melakukan pencarian. Seorang warga melihat tangan korban terlihat dalam air.

Melihat itu, warga memberitahukan kepada petugas. Tim gabungan langsung melihat korban dan mengangkat jasad korban kedarat.

"Saat ini jasad korban sudah dibawa oleh keluarga korban untuk segera disemayamkan," katanya.

Ia menyebutkan korban dihantam air sungai yang tiba-tiba besar saat korban mandi bersama teman-temannya pada Rabu, (7/11) sore.

Ia mengatakan korban yang hanyut itu merupakan anak dari Irwan dan Darwatni warga Jorong Pegambiran Parit Koto Balingka.

Ia menjelaskan hanyutnya seorang anak itu berawal ketika korban bersama teman sebayanya mendi-mandi di sungai.

Sedang asik mandi, tiba-tiba datang air besar dan membawa korban hanyut. Sedangkan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri.

Ia mengimbau kepada warga yang berdomisili di tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan ancaman banjir dan longsor. (andrizal)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *