Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Pembagian Raskin, Warga Miskin Dipolisikan

Darlina

Pasbar, fajarsumbar.com - Gara-gara menuntut pembagian jatah beras miskin (Raskin) ke kantor walinagari, Darlina (53),  warga Jorong IV Koto Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar berujung ke kantor polisi. Dia terpaksa merasakan dinginnya bui. Dia ditahan polisi sejak Kamis, (22/11) hingga sekarang.

Kapolsek Kinali AKP Syaiful Zubir, SH, MH, ketika dikonfirmasi wartawan, (29/11) via seluler menyebutkan, bahwa kasusnya murni penganiayaan secara bersama-sama terhadap Sekretaris Nagari setempat, Davit Pernando.

Kronologisnya, kata Kapolsek, Kamis (22/11/2018)  sekira pukul 10.30 WIB di kantor Walinagari Persiapan IV Koto Jorong IV Koto Kecamatan Kinali telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama sama yang dilakukan tersangka Lina bersama anaknya Andi,  terhadap David Fernando.

Saat itu korban sedang membagikan beras miskin kemudian datanglah terlapor sambil marah marah lalu memukul  korban dengan batu sekuat tenaga. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek sepanjang 3 cm, dibagian pelipis kiri, punggung memar. Kemudian korban melaporkan ke Polsek Kinali untuk diproses secara hukum.

Menurut Syaiful, tersangka Lina namanya tidak ada jatah raskinnya lagi, karena sudah diberikan jatahnya kepada anaknya. "Anaknya sudah diberi dua karung beras," kata Syaiful.

Sebelum kasusnya dilaporkan ke polisi, kata Syaiful sudah diminta diselesaikan secara damai, tapi pihak pelaku tidak mau. Anak tersangka atas nama Andi melarikan diri.

Sementara itu, kuasa hukum dari anak tersangka,  Kasmanedi, SH Cs,  sangat menyayangkan kejadian pembagian beras miskin tersebut,  sampai berujung pidana.

"Kalau penahanan/penangkapan tersangka buk Lina itu, kewenangan penyidik,namun yang kita sesalkan kenapa masalah pembagian beras Raskin jadi ribut dan berujung pidana. Padahal sebelumnya, buk Lina dapat jatah beras Raskin. Ini soal kepentingan perut dan hidup orang miskin," sebut Kasman.

Seharusnya kalau pihak nagari bijak, kasusnya tidak sampai ke hukum, dan diselesaikan secara kekeluargaan di kantor nagari setempat sebab menyangkut kehidupan orang miskin.
(Andrizal)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *