Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Pemilih Pemula Harus Punya Pilihan Jangan Abu-abu, Ini Pesan Wagub Sumbar

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit foto bersama dengan peserta dialog politik generasi muda, Rabu (28/11) di Basko Hotel. (melati)

Padang, fajarsumbar.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengimbau pemilih pemula agar sudah mempunyai pilihan untuk pemilihan umum (Pemilu) 2019. Sebab 17 April 2019, rakyat Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi.

Sekitar 175 pemilih pemula dari SMA/SMK di Kota Padang diajak agar lebih peduli kepada politik. Selain itu menjadi perpanjangan tangan dari sekolah masing-masing untuk mengajak teman agar ikut serta menyukseskan pemilu 2019.

"Tentukan pilihan dari sekarang, siapa yang bakal dipilih. Jangan menjadi generasi muda yang "abu-abu". Tidak mau peduli dengan pesta demokrasi yang akan segera dilaksanakan," ucap Wagub saat membuka acara Dialog Politik bersama Generasi Muda (Siswa-Siswi SLTA se-Kota Padang) di Nan Tongga Ballroom Hotel Basko, Rabu (28/11).

Dalam sambutan pembukanya Nasrul Abit menyebutkan, dialog politik ini dilakukan untuk memberi pengertian dan pemahaman kepada murid Sekolah Menengah Atas (SMA) yang  tidak mendapatkan pendidikan politik di lingkungan sekolah. Padahal hampir setiap hari bersentuhan dengan isu-isu politik.

“Lihat di rumah orang tua ngobrol politik, di medsos lihat status politik, di warung politik. Oleh karena itu perlu Ananda diberikan pemahaman politik itu apa,” kata Wagub.

Nasrul Abit menyebutkan bahwa, dalam pelaksanaannya nanti, peserta akan diberikan kebebasan penuh untuk menentukan pilihan dan diajarkan untuk menggunakan kebebasannya dengan tepat.

“Dalam politik ini ananda diajarkan kedewasaan dengan kebebasan untuk menentukan pilihan itu,” katanya.

Lebih lanjut ditambahkan Wagub, kedewasaan menggunakan kebebasan memilih tersebut ditandai dengan pilihan yang ditentukan tidak secara sembarangan dan tidak disandarkan pada variabel yang diambil serampangan.

“Ananda adalah pribadi terdidik. Ananda harus melihat kepada siapa berikan suara. Harus bisa memperhatikan, siapa yang bertanggungjawab mengerjakan tugasnya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Syalaluddin mengatakan, kegiatan Dialog Politik ini diadakan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa SMA tentang proses demokrasi di daerah.

“Tujuannya agar demokrasi di daerah berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku,” sebutnya.

Acara yang diikuti oleh 175 siswa SMA se-Kota Padang ini diagendakan akan mengulas 3 materi utama, yakni pemilu sebagai wahana pendidikan politik, pentingnya pendidikan politik dalam budaya yang demokratis, dan peran Pemerintah Daerah dalam pendidikan politik. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *