Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Wabup Limapuluh Kota Meradang, Puluhan WNA China Datangi Eks Tambang Emas Belanda



Lima Puluh Kota, fajarsumar.com - Masuknya WNA China ke lokasi bekas tambang emas pemerintahan kolonial Belanda di Jorong Pua Data, Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota membuat Wakil Bupati, Ferizal Ridwan meradang. Dalam pandangannya permasalahan ini telah membuat citra Limapuluh Kota buruk di mata masyarakat.

"Saya banyak ditelepon oleh perantau dan tokoh Sumbar sejak kemarin. Kenapa sampai ada WNA China bisa masuk ke Manggani. Ini jelas namanya kecolongan dan membuat nama Limapuluh Kota buruk di mata masyarakat," kata Ferizal kepada fajarsumbar.com, Selasa (27/11/2018).

Dikarenakan hal ini perlu dituntaskan segera, Wabup Limapuluh Kota langsung berangkat ke lokasi di Jorong Pua Data sekitar pukul 14.00 WIB. Sesampaikan di sana sekitar pukul 16.00 WIB, dia bertemu dengan pihak Imigrasi bersama rombongan TNI, Kepolisian, Kejaksaan, Kesbangpol 50 Kota dan Pemprov Sumbar.

Rombongan Imigrasi sedang berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat dan perangkat Jorong Pua Data. Dari sinilah didapati informasi bahwa WNA China tersebut berada di hutan Manggani selama 17 hari.

Sedangkan rencana pihak Imigrasi untuk pergi ke lokasi pertambangan tidak bisa terlaksana karena terkendala medan yang sulit dan waktu yang sudah sore.

Untuk mencapai lokasi, seseorang harus menggunakan ‘motor trabas’ dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Kalau jalan kaki bisa memakan waktu sampai 12 jam.

"Sekarang kami hanya bisa bertemu tokoh masyarakat dan perangkat Jorong. Untuk ke lokasi mungkin akan dilakukan di lain waktu setelah dipersiapkan secara matang," kata Ferizal.

Untuk ke lokasi, Wabup akan memimpin langsung rapat koordinasi antara Pemkab 50 Kota dengan pihak terkait.  "Besok langsung saya kumpulkan pejabat Limapuluh Kota untuk rapat koordinasi dengan imigrasi dan pihak lain," ujarnya. (amp)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *