Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Wagub Sumbar Minta Penyelenggaraan TdS Jangan di Akhir Tahun, Ini Alasannya

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit bersama kepala daerah di Sumbar memukul gong pertanda penyelenggaran TdS 2018 resmi dibuka, Sabtu malam (3/11) di Lapangan Kantin, Bukittinggi.

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar,  Nasrul Abit meminta agar penyelenggaran Tour de Singkarak (TdS) tidak dilaksanakan pada akhir tahun.  Karena akan berdampak sedikitnya jumlah peserta ajang balap sepeda internasional itu.

"Jika diadakan pada akhir tahun, bentrok dengan iven-iven yang ada di luar negeri, sehingga membuat beberapa juara internasional yang namanya sudah terdaftar di iven-iven luar negeri tidak bisa datang ke Sumbar," tutur Nasrul Abit, usai membuka TdS 2018 di Lapangan Kantin, Bukittinggi, Sabtu malam (3/11).

Selain itu, kata Wagub, dikhawatirkan saat akhir tahun hampir seluruh wilayah di Sumbar diguyur hujan. Akibatnya akan menyulitkan para pebalap sepeda untuk bertanding.

Apalagi mengingat, medan jalan di Sumbar cukup berat yang sebagian besar dari tanjakan dan turunan tajam., Tak hanya itu, berakibat fatal bagi pebalab jika terjadi longsor.

Untuk itu, Nasrul Abit meminta agar penyelenggaraan TdS  tahun depan, dilaksanakan pada bulan Juni paling lambat  Agustus. Usulan itu akan disampaikan ke Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) untuk mengatur kembali jadwal, sehingga tidak lagi bentrok dengan iven internasional.

"Sebaiknya diselenggarakan pertengahan tahun, agar lebih banyak lagi tim-tim luar negeri ikut serta," katanya.

Selain itu Nasrul Abit juga berharap pada tahun ke-10 penyelenggaraan TdS ini, kecintaan masyarakat akan olahraga sepeda juga bertambah. Karena pada tahun ini yang mewakili Sumbar hanya satu tim saja, yakni tim dari Padang Road Bike (PRB) Bank Nagari.

Tambahnya, dengan adanya TdS terjadi peningkatan di sektor pariwisata yang berdampak tumbuhnya ekonomi masyarakat.

"Ajang ini sudah menjadi iven internasional, lebih dari 1.000 kilo jalan kita setiap tahunnya diperbaiki," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Kementrian Pariwisata RI Bidang Multikultural sekaligus Ketua pelaksana 100 CEO Calender Of Event 2018, Esthy Reko Astuti berharap agar penyelenggaraan TdS dapat dilaksanakan dua tahun sekali.

"Kita berharap tahun depan dapat diselenggarakan pada pertengahan tahun. Bahkan, harus dipikirkan Bagaimana TdS ini bisa dua kali dalam setahun. Itu, bisa diusulkan ke Union Cycliste Internationale (UCI)," ucapnya. (Melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *