Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Bawaslu Catat Pessel Salah Satu Daerah Rawan saat Pemilu 2019

Ketua Bawaslu Sumatera Barat, Surya Eftrimen saat menjadi pembicara pada Rapat Pengembangan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019 di Painan, Jumat 6 Desember 2018.

Pessel, fajarsumbar.com -Badan Pengawas Pemilu (Baswaslu) mengungkapkan, Pesisir Selatan masuk dalam 10 besar daerah rawan konflik dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Ketua Bawaslu Sumatera Barat, Surya Eftrimen menyampaikan kondisi itu berdasarkan dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang telah dikeluarkan Bawaslu.

"Ini adalah hasil kajian dan berkaca pada pelaksanaan berbagai pesta demokrasi sebelumnya," ungkap dia saat rapat Pengembangan Pengawasan Partisipatif 2019 di Painan, Jumat (6/11).

Rapat dihadiri Ketua Bawaslu Pesisir Selatan,  Erman Wadison, pemerhati Pemilu, Khairul. Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dailipal.

Kepala Bagian Kesbangpol, Rinaldi. Perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) 0311 Pesisir Selatan, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh masyarakat lainnya.

Selain Pesisir Selatan di Sumatera Barat, daerah lain yang memiliki kerawanan Pemilu, lanjut Surya adalah Papua Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Potensi konflim paling tinnggi adalah tetkait dengan persaingan antara kandidat. Apalagi, Pemilu 2019 sangat berbeda dengan yang pernah ada.

"Tingkat kecerdasan pemilih yang di atas rata-rata. Masyarakat Sumatera Barat biasanya tidak bisa puas begitu saja dengan hasil yang ada," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Erman Wadison membenarkan rawannya Prsisir Selatan saat pelaksanaan Pemilu.

Berdasarkan kajian Bawaslu, indeks kerawanan kabupaten paling Selatan Sumatera Barat itu mencapai skor 60 atau berkategori sedang.

Kendati demikian, tidak tertutup kemungkinan Pesisir Selatan bisa mencapai skor 80 atau dengan kerawanan tinggi.

"Bisa juga lebih rendah, dengan skor 49. Itu tergantung bagaimana kita nanti bisa mengemas persoalan yang terjadi," sebutnya.

Untuk itu, ia berjanji Bawaslu bakal mencari formula yang tepat guna meminimalisir persoalan atau sengketa yang bakal terjadi.

Melakukan pemetaan potensi kerwanan melalui IKP. "Kemudian memantau trend pelanggaran yang sering terjadi pada Pemilu sebelumnya," ujarnya. (tsf)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *