Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Ahli Waris Korban Lion Air Terima Santunan dari Jasa Raharja Perwakilan Bukittinggi


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Jasa Raharja Perwakilan Kota Bukittinggi kembali menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan kerawang Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Kali ini santunan diserahkan kepada keluarga almarhum Rijal Mahdi, Hakim Pengadilan Tinggi Agama Pangkal Pinang yang ikut menjadi korban kecelakaan pesawat itu.

Santunan itu diserahkan langsung oleh kepala Jasa Raharja Perwakilan Bukittinggi, Nur Akbar yang didampingi Humas Jasa Raharja, Hanafi kepada Elzawarti, Istri Almarhun Rijal Mahdi di rumahnya Dusun Padang Sawah, Jorong Nan Tujuah Nagari Kamang Ilia, Kecamatan  Kamang Magek, Agam, Sabtu (1/12) kemaren.

Kepala Jasa Raharja Perwakilan Bukittinggi, Nur Akbar mengatakan, santunan yang diserahkan kepada keluarga almarhum Rijal Mahdi itu merupakan korban kecelakaan pesawat Lion Air yang kedua yang beralamat di wilayah Jasa Raharja Perwakilan Bukittinggi. karena sebelumnya ia juga sudah menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum, Fazan Asima yang juga menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 itu.

Kebetulan jasat Fauzan Azima lebih dulu teridentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri sehingga pihaknya langsung memproses santunannya dan telah menyerahkan santunan itu kepada keluarga korban. Sedangkan Rijal Mahdi merupakan korban kedua yang beralamat  di wilayah Perwakilan Jasa Raharja Bukittinggi

Meskipun jasat almarhum Rijal Mahdi hingga saat ini belum ditemukan, tetap memberikan santunan, karena sudah ada peryataan resmi dari maskapai bahwa korban yang belum ditemukan jasatnya dinyatakan hilang dan dapat dipersamakan statusnya dengan korban yang meninggal, bahkan maskapi juga membuat list nama nama korban itu dan salah salah satunya adalah Rijal Mahdi, atas dasar itulah kita proses santunanya dan langsung kita serahkan ke keluarga korban..

Dijelaskanya, jumlah santunan yang diserahkan sebesar Rp50 juta kepada ahli wari korban, sesuai dengan UU No. 33 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 15 Tahun 2017. "Santunan dari Jasa Raharja ini merupakan perlindungan dasar bagi setiap orang yang meninggal akibat kecelakaan baik di darat, di laut maupun di udara. Sedangkan santunan lainya merupakan kewajiban dari maskapai penerbangan,"ujar Nur Akbar.

Pihaknya berharap dengan adanya santunan itu dapat mengurangi beban yang dialami keluarga, "Santunan ini memang tidak dapat menutupi kehilangan yang dialami keluarga, namun ini merupakan kewajiban pemerintah melalui Jasa Raharja untuk memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air itu, mudah mudahan santunan ini dapat sedikit mengurangi beban keluarga yang ditinggalkan almarhum,"tegasnya.

Sementara Elzawarti, Istri almarhum menyapaikan terima kasih kepada Jasa Raharja yang telah menyerahkan santunan itu. "kita akan pergunakan santunan ini untuk biaya anak kuliah, karena anaknya masih ada satu yang kuliah, mudah mudahan dengan santunan ini dapat membantu untuk melanjutkan kuliah anaknya, "ujarnya.

Selain itu pihaknya juga akan menyumbangkan sebagian untuk menambah bekal almarhum diakhirat nantinya

Terkait belum ditemukanya jasat almarhum hingga saat ini, ia bersama anak dan keluarganya yang lain sudah ikhlas, sebab pemerintah dan basarnas dinilainya sudah cukup maksimal untuk mencarinya. bahkan tim relawan yang mencari korban itu juga ada meninggal saat menyelam melakukan pencarian korban.

"Kita tidak akan menuntut, karena  berkeyakinan kejadian itu hanya penyebab, kalau memang sudah ditakdirkan disana kita tidak dapat menolaknya, karena itu kita bersama anak anak sudah mengiklaskanya,"ujar Elzawarti.

Sebagaimana di beritakan sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh disekitar perairan tanjung pakis Kabupaten Kerawang Jawa Barat, senin (29/10) lalu. Pasawat yang membawa penumpang termasuk kru pesawat dinyatakan tidak ada yang selamat,  bahkan dari penumpang pesawat naas itu hanya. korban yang ditemukan jasatnya sementara sisanya dinyatakan hilang.  Salah satu penumpang yang tidak ditemukan jasatnya adalah Rijal Mahdi, Hakim Pengadilan Tinggi Agam Bangka Belitung. (as)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *