Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Satpol PP Pasbar Tangkap 40 LGBT

Anggota satpol PP melakukan pemeriksaan terhadap remaja yang di duga ada kelainan

Pasbar, fajarsumbar.com - Selama lebih kurang enam bulan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pasaman Barat sudah mengamankan sebanyak 40 orang LGBT. Sebanyak 17 orang perempuan diduga lesbi dan PSK sudah dikirim ke panti rehab Andam Dewi.

Kasat Pol PP dan Damkar Pasbar, Edi Busti kemarin (5/12) diruangannya, menyampaikan kasus LGBT tidak bisa dibiarkan di Pasbar. Bumi adat basandi syara', syara' basandi kitabullah tersebut tidak akan dibiarkan kaum Nabi Luth itu merajala Lela.

"Perda kita sudah mendukung tentang maksiat ini, Pak Bupati Syahiran juga melaknat siapapun yang diketahui memiliki kelainan, LGBT harus ditumpas,"jelas Edi Busti.

Ia melanjutkan, dari beberapa orang LGBT yang tertangkap tersebut memang diawali dengan rasa aman dengan pasangan sejenis, ketidakpercayaan diri terhadap kondisi fisik, dan faktor ekonomi.

"Tiga faktor itulah yang membuat awalnya terjadinya pelencengan kuadrat atau  LGBT,"jelas Edi Busti.

Data yang dirilis oleh Provinsi Sumatera Barat mencatat LGBT di Pasbar mencapai 850 orang. Data tersebut menurut Edi Busti bisa saja lebih, bisa saja kurang.

"Pokoknya kita akan terus melakukan penyelidikan terhadap LGBT, tiada ampun bagi LGBT di Pasbar,"tandas Edi Busti.

Edi Busti berharap kepada masyarakat atau pemerintah nagari untuk untuk membuat kebijakan yang bersifat kearifan lokal. Karena, untuk menumpas LGBT tidak cukup dari Satpol PP atau Pemda saja. Harus didukung oleh pemerintah nagari.

"Jika ingin negeri ini aman dan bebas dari LGBT, minimal berkurang kita harus bersama sama menumpasnya. Pemerintah nagari kita harapkan mengambil andil dalam hal ini, seperti membuat regulasi nya salah satunya dengan Peraturan Nagari (Pernah) LGBT. Begitu juga untuk menumpas minuman keras jenis tuak. Kita harapkan semua lini peduli dengan kelangsungan generasi Pasbar. Karena LGBT jelas menular, tuak atau minuman keras juga tidak kalah berbahayanya bagi generasi penerus kita,"harap Edi Busti. (andrizal)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *