Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Sekolah di Pesisir Pantai Sumbar Harus Bentuk SOP Siaga Bencana

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sedang memberikan arahan pada Sosialisasi penerapan sekolah madrasah aman bencana (SMAB) Provinsi Sumbar, Selasa (4/12) di Hotel Daima Padang. (melati)

Padang, fajarsumbar.com - Seluruh sekolah yang berada di pesisir pantai Provinsi Sumbar diminta untuk segara membentuk kelompok siaga bencana, beserta Standard Operating Procedure (SOP). Hal itu bertujuan, agar saat terjadi bencana baik itu gempa bumi, tsunami atau lainnya, tahu apa yang harus dilakukan.

"Kita minta supaya seluruh sekolah yang ada di pesisir pantai ikut siap siaga bencana. Karena kewenangan kami baru SMA, maka kami baru menjangkau SMA, SMK, dan MAN," kata Wakil Gubernur (wagub) Sumbar Nasrul Abit usai Sosialisasi penerapan Sekolah dan Madrasah Aman Bencana (SMAB) Provinsi Sumbar angkatan I, di Hotel Daima Padang, Selasa (4/12).

Menurut Nasrul, pembentukan SOP siaga bencana akan mengingatkan dan membekali diri dari ilmu dalam menghadapi bencana seperti gempa yang berpotensi tsunami. Kesiapsiagaan itu dibutuhkan terutama ketika anak-anak sedang belajar di sekolah jika tiba-tiba terjadi bencana, mereka sudah siap dan tidak panik saat menyelematkan diri.

"Kami harap kepala sekolah buat SOP kebencanaan. Karena daerah kita rawan bencana. Kami juga berharap Kabupaten/Kota juga melakukan hal yang sama," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Erman Rahman mengatakan, sosialisasi penerapan SMAB ini diperuntukan kepada kepala sekolah terutama di wilayah pesisir pantai.
Karena resiko tsunami dan gempa bumi itu yang merasakan dampak besarnya yakni di pesisir pantai.

"Kita sosialisasikan kepada kepala sekolah. Selanjutnya, kepala sekolah yang mensosialisasikan kepada siswanya," ucap Erman.

Lanjutnya, dengan adanya sosialisasi penerapan SMAB ini diharapkan bisa tersosialisasi kepada siswa-siswi yang butuh informasi yang akurat terkait kesiapsiagan bencana.

"Terkadang dengan kondisi Sumbar sekarang, seolah-olah kita memberikan kabar takut kepada anak sekolah. Tapi, mari kita hadari bencana dengan selalu waspada," ujar Erman.

Ia menginformasikan, ada 4 ribu kelompok siaga bencana sekolah se-Sumbar yang akan dilatih dan dibekali. Agar kelompok siaga bencana paham akan tugas pokok dan fungsinya.

Pada angkatan pertama yang diikuti oleh 10 Kabupaten/Kota, diantaranya, 7 Kabupaten/Kota yang berada di pesisir pantai ditambah Kabupaten Solok, Kota Solok dan Solok Selatan. Dengan 120 peserta, yang dilaksanakan pada tanggal 3-5 Desember.

Angkatan II dilaksanakan pada tanggal 5-7 Desember 2018 mendatang yang diikuti oleh 5 Kabupaten/Kota terpilih, Sijunjung, Tanah Datar, Dharmasraya, Sawahlunto, dan Padang Panjang. (melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *