Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Tim TNI-Polri Temukan 15 Jenazah Korban KKB


Jayapura, fajarsumbar.com - Personel gabungan TNI-Polri telah berhasil menemukan 15 jenazah pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua yang dibantai kelompok kriminal bersenjata (KKB). Jika cuaca di lokasi kejadian membaik, jenazah akan dikirim secepatnya ke Timika atau Wamena.

“Akan berusaha melakukan evakuasi secepatnya, namun semua tergantung cuaca. Kalau cuaca di Wamema bagus akan dibawa ke Wamena, namun bila tidak (baik) akan dibawa ke Timika,” ujar Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kolonel Jonatan Binsar P. Sianipar di Mako Yonif 756/WMS, Rabu (5/12).

15 jenazah tersebut ditemukan di Distrik Yigi, Nduga. Proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca yang kurang baik.

Selain korban tewas, tim TNI-Polri juga menemukan korban selamat dari pekerja PT Istaka Karya atas nama Jhony Arung. Saat ditemukan Arung dalam kondisi lemas.

“Jhony Arung sudah berada di pos Mbua dan akan dievakuasi. Namun kondisinya sangat lemas,” kataya.
Helikopter TNI ditembaki
Tiga helikopter TNI sempat ditembaki kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat hendak mengevakuasi jenazah anggota Pos TNI Mbua, Serda Handoko. Baku tembak antara personel TNI-Polri dan KKB Papua pun tak terhindarkan.

Baku tembak terjadi saat tiga helikopter TNI tiba di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (5/12). Karena ditembaki KKB, Tim Nanggala, yang merupakan gabungan TNI-Polri, langsung terlibat baku tembak di wilayah Gunung Kabo, yang juga merupakan TKP pembantaian para pekerja proyek Trans Papua sebelumnya.

“Begitu Tim Nanggala tiba dengan tiga unit helikopter ada tembakan dari arah puncak Kabo. Kemudian Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter. Satu unit helikopter jenis Bell baling-balingnya terkena tembakan dari kelompok KKB,” ujar Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin dalam keterangannya, kemarin.

Martuani melanjutkan, ketiga helikopter TNI itu sedang melakukan refueling dan mengevakuasi jenazah Serda Handoko ke Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga, untuk selanjutnya dibawa ke Timika. Saat ini tim gabungan TNI-Polri dikabarkan tengah melakukan penyisiran ke arah puncak Kabo.

“Menurut info yang didapat, ada satu anggota dari Tim Belukar yang terkena tembakan pada tangan, dari kelompok KKB. Dan (anggota tertembak di tangan) sudah berada di Pos TNI Mbua,” ujarnya dikutip detikcom.

“Tim Nanggala dan Tim Belukar sudah berada di sekitar Puncak Kabo dan sampai saat ini masih terjadi kontak tembak,” tambahnya.

Sebelumnya, Anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko, menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Pos Mbua, Kabupatan Nduga. Saat jenazahnya dievakuasi ke Kenyam, helikopter TNI AD ditembaki oleh anggota KKB.

“Jenazah prajurit TNI yang gugur Serda Handoko, dan satu orang prajurit yang menderita luka tembak telah berhasil dievakuasi ke Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, dengan menggunakan heli TNI AD sekitar pukul 11.55 WIT,” ujar Waka Pendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi di Jayapura kepada wartawan, Rabu kemarin.

Saat hendak melakukan evakuasi, heli itu sempat mendapat tembakan dari anggota KKB dan mengenai baling-baling.

“Tembakan terhadap heli tidak ada masalah karena hanya kena di baling-baling dan heli berhasil membawa korban ke Kenyam,” tambahnya.

Medan yang Sulit
Sementara itu, personel gabungan TNI-Polri belum berhasil mengevakuasi jenazah pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua yang ditembak mati oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Lokasi penembakan berada di medan yang cukup sulit karena berada di ketinggian 10 ribu kaki.

“Ketinggiannya di atas 10 ribu feet dan medan yang cukup sulit,” ujar Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin.(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *