SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Puluhan Kades di Kota Pariaman bakal Diganti


Pariaman, fajarsumbar.com -
Puluhan Kepala Desa (Kades) di Kota Pariaman akan diganti. Pergantian Pimpinan ditingkat Desa ini, sehubungan akan berakhir masa jabatan mereka.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Pariaman Drs.H.Effendi Jamal, MM ketika menjawab pertanyaan fajarsumbar.com di Pariaman, Senin (14/1).

Disebutkannya, suksesi kepemimpinan di Desa tersebut sebanyak 32 orang Kades. Yang terdiapat di Kecamatan Pariaman Utara sebanyak 8 Kades, Pariaman Tengah sebanyak 5 Kades, Pariaman Timur sebanyak 11 Kades dan Pariaman Selatan sebanyak 8 Kades.

Untuk kesuksesan pergantian Pucuk Pimpinan di Desa ini, ujar Effendi Jamal, Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) telah terbentuk pada Desa masing-masing.

"Kita lagi menunggu keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwako) Pariaman tentang Proses Rekrutmen Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Bila telah keluar Perwako Pilkades dalam waktu dekat ini, akan kita panggil dan dikumpulkan P2KD tersebut untuk diberikan pembekalan nantinya" ungkap mantan Camat Batang Anai dan Ulakan Tapakih itu

Menurut Effendi Jamal, bila telah kita berikan materi dan Juknis kepada P2KD, mereka akan lebih paham dalam bekerja. Sehingga tak ada ditemukan dilapangan, P2KD pacak pula membuat kebijakan tersendiri nantinya.

"Direncanakan Pembekalan P2KD, Jadwal Pendaftaran Calon Kades dan Penentuan Nomor Urut Peserta Pilkades itu pada akhir Februari dan awal Maret. Sedangkan pelaksanaan Pilkades serentaknya, sesudah Pilpres dan Pileg" ujar alumni SMAN 1 Pariaman.

Unik
Disebutkan Effendi Jamal, hanya Kota Pariaman dan Kota Sawahlunto yang punya Desa dalam Kota. Padahal dalam wilayah Kota pada umumnya, hanya ada Kelurahan. Sedangkan bagi Kota Pariaman terdapat 55 Desa dan 16 Kelurahan.

Ia jelaskan, sumber pemasukan Dana pada suatu Desa di Kota Pariaman akan memperoleh 3 (tiga) sumber Dana. Yakni Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pusat, APBDes dari Pengelolaan Desa itu sendiri dan Pajak Bagi Hasil dari Pemko. Sehingga diperkirakan sekitar  Rp 1,8 s.d 2,5 Milyar Dana bergulir di Desa pertahun.

"Makanya dalam pengelolaan keuangan Desa, harus Akuntabilitas dan Transparansi oleh Kades bersama jajarannya. Kenapa? Kesemua elemen warga masyarakat dan aparat Penegak Hukum akan ikut memantau dalam penggunaan Dana tersebut" tegasnya mengingatkan Kades yang sedang menjabat maupun yang akan berminat.

Ditambahkan Effendi Jamal,sebagaimana menurut Undang-Undang bahwa jabatan Kades selama 6 tahun, dan boleh dipilih kembali untuk Priode kedua dan ketiga. Untuk dapat terpilih atau tidaknya, tentu dilihat oleh warga tentang kinerja dalam menggarap potensi demi kesejahteraan warga masyarakat Desa itu sendiri. (saco)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *